Produk Tong Sampah Ban Bekas Karya Warga Binaan Lapas Luwuk Diminati Masyarakat
- 05 Okt 2026 10:05 WIB
- Ampana
Poin Utama
- Lapas Kelas IIB Luwuk berhasil menjual produk tong sampah berbahan dasar ban bekas kepada masyarakat di luar lembaga pemasyarakatan.
- Program pembinaan kemandirian di Lapas Luwuk mendorong warga binaan untuk menciptakan produk kreatif dan produktif yang memiliki nilai jual.
- Pemanfaatan bahan bekas sebagai bahan baku produk merupakan strategi berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga binaan.
RRI.CO.ID, Banggai - Pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan hasil positif. Salah satu produk hasil karya Warga Binaan berupa tong sampah berbahan dasar ban bekas berhasil terjual kepada masyarakat di luar Lapas.
Tong sampah tersebut memanfaatkan ban bekas dan mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual. Pemanfaatan bahan bekas ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian, untuk mendorong Warga Binaan menghasilkan produk kreatif dan produktif.
Penjualan produk kepada pihak luar Lapas menjadi salah satu indikator, bahwa program pembinaan tidak hanya memberikan keterampilan. Namun, juga mampu menghasilkan karya yang diminati dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pemilik Bengkel Makassar Motor, Rama Algifari, mengatakan dirinya tertarik membeli tong sampah tersebut karena bentuknya unik dan memiliki fungsi yang jelas. Termasuk, memanfaatkan bahan bekas yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna.
“Menurut saya, membeli produk seperti ini sekaligus membantu mendukung hasil karya Warga Binaan,” ujar Rama.
Sementara, salah seorang Warga Binaan berinisial Z yang terlibat dalam pembuatan produk tersebut mengaku senang karena hasil karyanya dapat diterima dan diminati masyarakat.
“Ini membuat saya semakin semangat untuk belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik lagi,” ucap Z.
Di sisi lain, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, mengapresiasi produk hasil karya Warga Binaan yang mampu dipasarkan kepada masyarakat luar Lapas. Menurutnya, penerimaan masyarakat terhadap produk tersebut menjadi salah satu indikator kebermanfaatan program pembinaan kemandirian.
“Ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan kerja dan keterampilan Warga Binaan,” kata Bahrun.
Bahrun menambahkan, Lapas Luwuk akan terus mendorong Warga Binaan untuk menghasilkan berbagai produk yang kreatif, berkualitas, dan memiliki peluang untuk dipasarkan. Ini juga menunjukkan, kegiatan pembinaan dapat mendorong kreativitas Warga Binaan dalam mengolah bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai menjadi produk yang bermanfaat.
Bagi Lapas Luwuk, setiap produk yang berhasil terjual bukan sekadar transaksi ekonomi, tapi juga menjadi bagian dari proses membangun kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat. Hasil penjualan produk tersebut nantinya diberikan kepada Warga Binaan sebagai premi atau upah, sementara sebagian lainnya disalurkan dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). (NK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....