Warga Binaan Lapas Luwuk Gelar Bakti Sosial di Puskesmas Simpong

  • 12 Sep 2026 14:36 WIB
  •  Ampana
Poin Utama
  • Warga Binaan Lapas Luwuk Kelas IIB mengadakan bakti sosial perawatan dan pembersihan di Puskesmas Simpong, Kabupaten Banggai pada 10 September 2026.
  • Kegiatan dipimpin oleh Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binapigiatja) Lapas Luwuk, Rudi Santoso, melibatkan tujuh orang warga binaan yang memenuhi persyaratan asimilasi.
  • Bakti sosial ini menunjukkan keberhasilan program pembinaan dalam menumbuhkan kepedulian warga binaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

RRI.CO.ID, LUWUK - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar bakti sosial perawatan dan pembersihan fasilitas umum di Puskesmas Simpong, Kabupaten Banggai, Kamis 10 September 2026. Ini menunjukkan keberhasilan pembinaan di Lapas Luwuk dalam menumbuhkan kepedulian Warga Binaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binapigiatja) Lapas Luwuk, Rudi Santoso. Kegiatan juga diikuti jajaran staf dan tujuh orang Warga Binaan yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti program asimilasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan dengan memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk berinteraksi secara positif dengan lingkungan luar. Sekaligus, dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan bersama petugas melakukan pembersihan dan penataan sejumlah fasilitas umum di lingkungan Puskesmas Simpong. Kehadiran ini juga menjadi bentuk sinergitas antara Lapas Luwuk dan instansi pemerintah dalam menciptakan lingkungan pelayanan publik yang bersih, nyaman, dan terawat.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahruun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud nyata keberhasilan program pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku selama berada di dalam Lapas. Lebih dari itu, juga mempersiapkan Warga Binaan agar mampu kembali dan diterima di tengah masyarakat.

“Diharapkan tumbuh kesadaran bahwa mereka juga memiliki peran dan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Bahrun.

Ia menambahkan, sinergitas dengan instansi pemerintah akan terus didorong sebagai bagian dari upaya memperluas ruang pembinaan bagi Warga Binaan. Khususnya, mereka yang telah memenuhi persyaratan untuk menjalani program asimilasi.

Sementara Kepala Puskesmas Simpong, Sumiatry Yanti Emping, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan bakti sosial yang digelar Lapas Luwuk.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi kebersihan dan kenyamanan lingkungan Puskesmas. Sekaligus, menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu memberikan kontribusi positif ketika diberikan kesempatan.

“Kehadiran Warga Binaan sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan Puskesmas,” kata Sumiatry.

Selain memberikan manfaat langsung, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk membangun kembali kepercayaan diri. Termasuk, meningkatkan kepedulian sosial serta belajar berinteraksi secara baik dengan lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa proses pembinaan di Lapas Luwuk terus diarahkan untuk menghasilkan perubahan nyata. Tidak hanya bagi diri Warga Binaan, tapi juga melalui kontribusi positif yang dapat dirasakan masyarakat. (KL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....