Empat Pejabat Lapas Luwuk Ikuti Penilaian Kompetensi ProASN

  • 27 Agt 2026 10:30 WIB
  •  Ampana
Poin Utama
  • Empat pejabat manajerial Lapas Kelas IIB Luwuk mengikuti Penilaian Kompetensi melalui program ProASN pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • Program Profiling Aparatur Sipil Negara dirancang untuk memperkuat tata kelola sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
  • Kegiatan ini bagian dari upaya mewujudkan manajemen ASN yang objektif, terukur, dan berbasis sistem merit di institusi pemasyarakatan.

RRI.CO.ID, Luwuk - Sebanyak empat pejabat manajerial Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk mengikuti Penilaian Kompetensi melalui program Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN), Rabu 26 Agustus 2026.

Kegiatan pemetaan potensi dan kompetensi tersebut diselenggarakan untuk mendukung penguatan tata kelola sumber daya manusia aparatur di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan manajemen ASN yang objektif, terukur, dan berbasis sistem merit.

Empat pejabat manajerial Lapas Luwuk yang mengikuti asesmen tersebut, yakni Kepala Subbagian Tata Usaha, Irpan Anwar, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Rudi Santoso, Lalu Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Andi Abdul Muis, serta Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Feldianto.

Penilaian kompetensi tidak hanya diikuti jajaran Pemasyarakatan, tapi juga melibatkan jajaran Imigrasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari akselerasi pemetaan potensi dan kompetensi pegawai untuk mendukung pengembangan karier serta penempatan jabatan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pelaksanaan ProASN diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palu selaku instansi pembina manajemen kepegawaian nasional.

Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Luwuk, Irpan Anwar, mewakili para peserta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penilaian kompetensi tersebut. Menurutnya, asesmen ini menjadi kesempatan bagi para pejabat untuk mengetahui sekaligus mengevaluasi kapasitas diri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Kami menyambut positif program ProASN ini sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik,” ujar Irpan.

Sementara, Kepala UPT BKN Palu, Assakhiyyu Rahman, menjelaskan ProASN dirancang untuk menghasilkan basis data kompetensi ASN yang objektif dan terukur. Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar dalam pengembangan karier aparatur.

“Data ini kelak menjadi acuan sistem merit nasional dalam pengembangan pola karier, promosi, hingga penempatan jabatan yang tepat sesuai prinsip right man on the right place,” kata Assakhiyyu.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, turut memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan para pejabat struktural dalam penilaian kompetensi tersebut. Ia menilai, pemetaan kompetensi penting untuk memastikan setiap pejabat memiliki kapasitas yang sesuai dengan tuntutan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kami berharap hasil dari pemetaan ini mampu mendorong peningkatan kinerja jajaran Lapas Luwuk secara holistik, khususnya dalam memberikan pelayanan publik serta pembinaan yang optimal,” ucap Bahrun.

Bahrun menambahkan, hasil asesmen diharapkan tidak hanya menjadi data pemetaan kompetensi, tapi juga menjadi bahan evaluasi dan pengembangan bagi para pejabat. Utamanya, dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan serta profesionalisme dalam melaksanakan tugas.

Dengan keikutsertaan empat pejabat manajerial tersebut, Lapas Kelas IIB Luwuk menegaskan komitmennya dalam mendukung penerapan manajemen ASN yang transparan, objektif, dan akuntabel. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan publik dan pembinaan warga binaan yang semakin profesional dan berkualitas. (NK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....