Warga Binaan Lapas Luwuk Sulap Lahan Terbatas Menjadi Kebun Produktif

  • 05 Agt 2026 08:49 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Luwuk - Memanfaatkan area yang terbatas, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk berhasil mengubah lahan kosong yang sebelumnya tidak terawat di dalam lingkungan Lapas menjadi area perkebunan yang hijau dan produktif. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras para WBP yang secara konsisten menerapkan keterampilan pertanian, mulai dari pengolahan tanah hingga pemupukan secara berkala, Senin 3 Agustus 2026.

Program pemanfaatan lahan kosong ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat. Di bawah bimbingan dan pengawasan petugas, lahan yang semula keras dan tidak produktif diolah menjadi media tanam yang subur. Berbagai komoditas hortikultura, seperti sayuran hijau, cabai, dan tomat, kini tumbuh dengan baik di area tersebut.

Keberhasilan kebun ini tidak lepas dari perawatan yang dilakukan secara disiplin, terutama melalui pemberian nutrisi dan pemupukan rutin. Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Luwuk, Kd Dwipa Sukrawan, secara aktif mendampingi Warga Binaan agar teknik budidaya yang diterapkan berjalan optimal.

"Kami memberikan pendampingan intensif, mulai dari pemilihan jenis pupuk, penentuan dosis yang tepat, hingga penyusunan jadwal pemupukan secara berkala. Dengan perawatan yang telaten, tanaman dapat tumbuh subur meskipun ditanam di lahan yang terbatas," jelas Dwipa.

Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh para Warga Binaan. Salah seorang WBP berinisial NS mengaku sangat menikmati kegiatan berkebun selama menjalani masa pembinaan.

"Sebelum masuk ke Lapas saya memang hobi berkebun sayur. Sekarang saya bisa kembali menekuni kegiatan itu sekaligus mendapatkan ilmu baru tentang teknik berkebun yang lebih baik. Melihat tanaman tumbuh subur hingga siap panen memberikan kepuasan tersendiri," ungkap NS.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa optimalisasi lahan terbatas merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas dalam mendukung 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.

"Kami memanfaatkan setiap sudut lahan yang tersedia agar memiliki nilai guna. Program ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, etos kerja, serta memberikan keterampilan produktif yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah bebas nanti," ujar Muhammad Bahrun.

Kini, lahan yang sebelumnya terbengkalai telah bertransformasi menjadi kebun hijau yang produktif dan siap dipanen secara berkala. Keterampilan bercocok tanam yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi para Warga Binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....