Lapas Luwuk Gelar Skrining IMS dan Kusta Demi Zero Disease

  • 25 Jun 2026 10:09 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Luwuk - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk memperkuat upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan melalui program kesehatan terpadu. Bekerja sama dengan Puskesmas Simpong, Lapas Luwuk menggelar skrining Infeksi Menular Seksual (IMS), pemeriksaan suspek kusta, serta tindak lanjut pelayanan kasus sifilis bagi warga binaan, Rabu 24 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari penyakit menular atau Zero Disease. Sekaligus, bentuk pemenuhan hak pelayanan kesehatan bagi warga binaan.

Sebanyak 40 warga binaan mengikuti skrining IMS yang meliputi pemeriksaan fisik dan wawancara klinis. Hasil pemeriksaan tersebut, akan menjadi dasar bagi tim medis dalam menentukan langkah penanganan dan tindak lanjut kesehatan.

Selain itu, tim medis juga melakukan pengambilan spesimen swab terhadap satu warga binaan yang berstatus suspek kusta. Sampel tersebut akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium guna memastikan diagnosis secara tepat dan akurat.

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menyebut sinergi dengan Puskesmas Simpong merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal dan berbasis hak asasi manusia.

“Melalui skrining massal dan penanganan intensif ini, kami dapat melakukan respons cepat atau early warning system terhadap potensi penyebaran penyakit menular seperti IMS dan kusta,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan tim medis Puskesmas Simpong, Candra. Menurutnya, keterbukaan dan dukungan pihak Lapas Luwuk sangat membantu pelaksanaan program pencegahan penyakit menular di Kabupaten Banggai.

“Dengan skrining berkala, pemberian terapi seperti injeksi benzatin penisilin, serta pengambilan sampel kusta, kita dapat memetakan sekaligus memutus rantai penularan secara cepat dan tepat,” ucapnya.

Pada saat yang sama, pelayanan kesehatan bagi warga binaan yang membutuhkan penanganan darurat tetap berjalan optimal. Dokter Klinik Lapas, Andry, melakukan pemeriksaan dan penatalaksanaan medis terhadap warga binaan yang datang berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Klinik Lapas sesuai dengan kondisi dan keluhan yang dialami.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Luwuk berharap dapat terus menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan kondusif. Sehingga, seluruh warga binaan dapat menjalani masa pidana dalam kondisi kesehatan yang baik serta mendukung keberhasilan program pembinaan. (KA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....