Petrichor Adalah Aroma Setelah Hujan: Definisi Dan Proses Terjadinya

  • 26 Agt 2024 18:07 WIB
  •  Ampana

Petrichor, angu atau ampo (bahasa Indonesia: petrikor) adalah bau alami yang tercipta saat hujan turun di lahan kering. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, petra yang berarti batu, dan ichor, cairan yang mengalir di pembuluh darah para dewa dalam mitologi Yunani. Bau khas hujan saat pertama kali membasahi bumi adalah petrikor atau petrichor. Kata itu berasal dari kombinasi awalan “petr” yang merujuk pada batu dan “ichor” yang merujuk pada aroma yang lemah.

Meskipun hujan itu sendiri tidak memiliki rasa atau bau. Namun saat hujan, apalagi jika sudah lama tidak hujan, ia memiliki aroma musky khas yang konon bisa menenangkan. Sumber lain dari bau hujan yang menyenangkan adalah kemungkinan flora di daerah tersebut. Beberapa tumbuhan diketahui mengeluarkan minyak saat musim kemarau, dan saat hujan turun minyak ini terlepas ke udara. Asam lemak yang mudah menguap ini, termasuk asam stearat dan asam palmitat, dapat menambah aroma tanah yang menyenangkan pada bau hujan. Bau lain yang terkait dengan hujan adalah ozon. Selama badai petir, petir dapat memecah molekul oksigen dan nitrogen di atmosfer, yang kemudian bergabung kembali menjadi oksida nitrat. Zat ini berinteraksi dengan bahan kimia lain di atmosfer untuk membentuk ozon, yang memiliki bau menyengat seperti klorin. Jika seseorang mencium bau hujan yang mendekat, ada kemungkinan angin dari badai yang mendekat membawa ozon dari awan ke hidung orang tersebut. Fenomena petrichor dipengaruhi oleh banyak hal. Setidaknya ada tiga faktor utama:

Minyak ozon, geosmin, dan minyak tumbuhan.

Berikut adalah penjelasan bagaimana proses terjadinya bau petrichor:

1. Petir dan Ozon

Hujan biasanya disertai sambaran petir. Saat petir menyambar, molekulnya bersifat diatomik (baca: yang memiliki dua atom) seperti oksigen dan nitrogen dipecah untuk membentuk nitrogen monoksida (NO) dan ozon (O3). Molekul ozon kemudian terbawa bersama tetesan air hujan. Tahukah Anda bahwa ozon memiliki bau yang khas? Wewangian ini mempromosikan fenomena petrichor.

2. Geosmin

Profesor Mark Butter, direktur mikrobiologi molekuler di John Innes Center (pusat penelitian dan pendidikan ilmu tanaman dan mikroba di Inggris), mengatakan bahwa saat kita mencium bau tanah basah, sebenarnya kita sedang mencium bau molekul yang dihasilkan oleh bakteri tertentu.

Aroma molekuler yang khas berasal dari geosmin, senyawa yang dihasilkan oleh bakteri aktinomiset di dalam tanah. Tetesan air yang bersentuhan dengan tanah menyebabkan senyawa Geosmin menjadi terbawa udara, sehingga Geosmin ada di mana-mana. Senyawa geosmin ini merupakan gabungan dari karbon (79,06%), hidrogen (12,17%) dan oksigen (8,77%). Manusia sensitif terhadap geosmin dan menciumnya dengan baik. Faktanya, hidung manusia dapat mendeteksi geosmin di udara pada 5 bagian per triliun.

3. Minyak Alami Tumbuhan

Tumbuhan menghasilkan senyawa yang dapat digambarkan sebagai sejenis minyak nabati di musim kemarau. Senyawa ini terakumulasi di sekitar bebatuan dan di dalam tanah. Saat hujan, senyawa ini dilepaskan dan menyebar ke udara, berkontribusi pada bau unik Petrichor. Senyawa ini mengandung asam stearat dan asam palmitat, sejenis asam lemak dengan rantai hidrokarbon yang panjang. Jadi bisa dibayangkan ada banyak hal yang berkontribusi pada bau unik Petrichor. Terbuat dari geosmin, minyak nabati dan ozon, yang kemudian terbawa angin dan air hujan, yang dicium orang sebagai aroma tanah yang menyejukkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....