Tips Menjaga Anak Tetap Aman Di Dunia Maya
- 14 Agt 2024 18:24 WIB
- Ampana
Bagi anak dan remaja, keterhubungan dengan lingkungan sosialnya sangat penting untuk mengurangi dampak rutinitas baru (dan sementara) ini, serta membuat mereka tetap bersemangat. Tentunya, hal ini bukan tanpa tantangan bagi orang tua. Bagaimanakah kita dapat memaksimalkan kegunaan internet sekaligus meminimalkan potensi dampak negatifnya?
1. Berkomunikasi dengan terbuka
Upayakan komunikasi jujur dan terbuka dengan anak tentang cara dan teman interaksi mereka di dunia maya. Pastikan anak paham bahwa interaksi dunia maya pun harus dilakukan dengan baik dan sopan. Perlakuan yang bersifat mendiskriminasi atau tidak pantas tetap tidak boleh ditoleransi. Dorong anak untuk selalu bercerita kepada orang dewasa yang bisa mereka percayai apabila mereka mendapatkan pengalaman negatif. Selain itu, amati perilaku anak; waspadalah jika anak tampak murung atau cenderung menyembunyikan kegiatannya di internet, atau jika mengalami perundungan di dunia maya. Buat peraturan bersama anak tentang cara, kapan, dan di mana mereka boleh menggunakan perangkat elektronik.
2. Manfaatkan fitur perlindungan teknologi
Pastikan perangkat yang digunakan anak telah menggunakan peranti lunak dan program antivirus terbaru, dengan pengaturan privasi diaktifkan. Matikan/tutupi webcam jika tidak sedang digunakan. Untuk anak usia muda, terdapat fitur pengendalian orang tua, termasuk pencarian aman (safe search), agar setiap akses mereka aman dan positif. Berhati-hatilah terhadap sumber belajar daring yang menawarkan akses gratis. Jangan berikan foto dan nama lengkap anak, karena platform yang sah tidak meminta data ini. Ingat untuk selalu memeriksa pengaturan privasi untuk meminimalkan perekaman data pribadi. Ajarkan anak cara melindungi informasi pribadinya, terutama dari orang yang tidak dikenal.
3. Temani anak saat mengakses internet
Ciptakan kegiatan interaksi daring dengan teman, keluarga, atau orang tua sendiri dengan anak. Pada masa seperti ini, rasa keterhubungan sosial sangat penting. Inilah peluang bagi orang tua mencontohkan sikap baik dan empati dalam interaksi virtual.
Bantu anak mengetahui dan menghindari bentuk-bentuk misinformasi serta konten yang tidak sesuai dengan usianya, Selain itu, temani anak mencari aplikasi, permainan, atau hiburan daring lain yang sesuai dengan usianya.
4. Ajarkan anak untuk tetap berperilaku baik di dunia maya
Contohkan dan pantau perilaku positif di dunia maya dan saat melakukan panggilan video. Ingatkan anak untuk selalu bersikap baik terhadap teman sekelas, mengenakan pakaian yang pantas, dan untuk tidak bergabung dalam panggilan video dari kamar tidur. Untuk orang tua, pelajarilah kebijakan sekolah dan kontak yang bisa dihubungi untuk melaporkan peristiwa cyberbullying atau konten negatif.
5. Berikan anak ruang untuk berekreasi dan mengekspresikan diri
Berada di rumah bisa memberikan kesempatan baik bagi anak untuk bersuara di dunia maya, mengungkapkan pendapat dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan. Orang tua juga bisa menjaga anak tetap aktif dengan mengajarkan dan menemani anak menggunakan sarana digital, seperti video olah raga atau permainan yang membutuhkan gerakan fisik. Ingat, seimbangkanlah rekreasi dunia maya dengan kegiatan fisik, termasuk kegiatan di luar rumah, jika masih memungkinkan.
6. Dorong Anak untuk Melapor Jika Melihat atau Mengalami Masalah di Dunia Maya
Ingatkan selalu jika anak merasa sedang di-bully, diganggu, diancam, atau menemukan masalah di dunia maya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencari bantuan dari seseorang yang dipercaya seperti Anda sebagai orang tua, wali, anggota keluarga, pendamping, atau orang dewasa lainnya yang terpercaya.
Di sekolah, mereka bisa menghubungi guru yang dipercaya seperti guru BK, guru olahraga, atau guru mata pelajaran lainnya.
Sumber : unicef.org
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....