Besi Putih Khas Ambon, Omset Harian Tembus Jutaan
- 31 Agt 2024 14:45 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Buah tangan atau oleh-oleh merupakan salah satu hal yang sering diburu para pelancong saat berwisata atau melakukan travelling ke tempat yang baru ditdatangi maupun yang sudah pernah didatangi.
Anda mungkin pernah melihat orang timur mengenakan kalung berwarna silver dengan liontin salib, bulan bintang, atau nama, dan gelang besar berbentuk rantai dan sebsgainya kan?
Nah, kalung, gelang, dan juga cincin yang berwarna silver dan sering dipakai oleh orang-orang dari timur, bahkan juga seniman dan rocker, semuanya diolah dengan bahan dasar besi putih.
Perhiasan non logam mulia ini menjadi ciri khas orang timur, khususnya orang Ambon dan Maluku secara umum, dan menjadi bagian dari kekayaan kerajinan tangan khas Ambon dan Ternate, Maluku Utara.
Kreativitas mengubah besi putih menjadi aksesoris gaul berbentuk kalung, gelang, cincin, dan sebagainya ini, sebenarnya berawal dari Morotai, Maluku Utara, yang menjadi salah satu medan Perang Dunia II.
Di salah satu pulau terluar Maluku Utara ini, terdapat banyak peninggalan perang seperti mobil, senapan, pesawat tempur atau kapal, dimana hampir semuanya terbuat dari besi putih.
Benda-benda perang peninggalan Sekutu dan Jepang itu, sudah menjadi barang rongsokan, sehingga masyarakat setempat menjarah semua besi putih yang dimilikinya, kemudian mengolahnya menjadi aneka aksesoris yang unik dan menarik.
menjadi Daripada menjadi barang rongsok, besi-besi putih tersebut kemudian diolah oleh masyarakat Morotai menjadi sebuah bentuk kerajinan
"Gaya lebih estetik kalau pakai besi putih, ,lebih percaya diri kalau dikombinasikan dengan OOTD kita," ungkap Diana, penggemar berat aksesoris besi putih.
Aksesoris dari besi putih ini sangat populer, hingga menembus pasar dslsm negeri dan juga luar negeri. Sama seperti minyak kayu putih, aksesoris besi putih umum dijumpai di berbagai lapak pedagang, juga pusat oleh-oleh.
Chen, penjual aksesoris besi putih kepada RRI di toko besi putihnya, Besi Putih Maluku, yang beralamat di Jln Soabali, depan Hotel Abdulalie Waihaong Ambon belum lama menyebut, toko besi putihnya sudah dirintis sejak tahun 1994.
"Alasan saya menjual besi putih karena produk ini khas Ambon, khas Maluku. Apalagi kualitasnya juga bagus, awet, dan tahan lama serta tidak mudah luntur dan tidak karatan," ungkap Chen.
Dia mengaku omzet yang diperoleh setiap hari bervariasi, namun rsta-rata mencapai jutaan. Jika ada even, omzet yang diperoleh setiap hari bisa tiga kali lipat.
Menurutnya keuntungan memiliki perhiasan berbahan besi putih antara lain sangat kuat, anti karat dan yang paling penting harganya lebih murah bila dibandingkan dengan emas atau perak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....