Dirusak Longsor, Wisata Batu Kapal Liliboi Tetap Menawan
- 19 Jul 2024 14:11 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Objek wisata Batu Kapal di Negeri Liliboi Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tetap memikat dan menarik minat pengunjung meski dirusak tanah longsor belum lama.
Saat dikunjungi RRI pada Sabtu, 13 Juli 2024, terlihat bekas tanah longsor di bagian atas tebing batu yang membentuk kolam pemandian, namun tidak menganggu aktivitas pengunjung.
Menurut warga lokal, kejadian tanah longsor disebabkan oleh cuaca ekstrim yang memicu hujan lebat pada awal Juli lalu. Tidak ada korban jiwa, namun bekasnya merusak nilai estetika kawasan tersebut.
Seperti namanya, karakterisrik objek wisata yang didominasi bebatuan ini menyerupai sebuah kapal yang terdampar di bibir pantai, jika dilihat dari jauh.
Keunikan lainnya, terdapat sebuah kolam pemandian yang terbentuk secara alami dan terhubung dengan pesisir laut melalui lorong batu sempit. Volume airnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
Airnya jernih, namun sering berubah warna jika dilihat dari atas, kadang biru, kadang hijau. Perubahan warna kolam berhubungan erat dengan sinar matahari yang menerobos masuk.
Kolam ini menjadi tempat pemandian terbaik bagi anak-anak belajar berenang. Dia juga menjadi arena menompa adrenalin dengan melompat dari ketinggian antara 5 s.d. 10 meter ke dalam air, disesuaikan dengan kedalaman kolam.
Objek wisata ini unik dan menarik minat kunjungan wisatawan, karena disuksesi tebing batu dan karang. Di sini banyak terdapat pepohonan pantai yang rimbun, hingga suasana segar dan nyaman kental terasa.
Andi, warga Batumerah yang baru pertama kali berkunjung kepada RRI mengaku terpesona dengan keunikan Batu Kapal. Dia juga takjub dengan keindahan alam yang tersaji di pesisir pantai sekitar Batu Kapal.
"Ini luar biasa, unik dan indah. Meski ada longsor, tapi tidak mengurangi keindahan tempat wisata ini,” ujar Andi, diamini selusin temannya.
Hal senada juga diakui Cleo, warga Rumahtiga. Dia mengaku sudah berulang kali datang ke sini, bahkan sering mandi dan melompat ke dalam kolam bersama teman-temannya.
"Pokoknya asyik mandi di kolam, airnya juga tidak terlalu dingin. Itu yang bikin beta (saya) dan teman-teman suka datang ke sini, biar cuma duduk-duduk di bawah pohon melihat anak-anak kecil lari-lari di atas batu kerikil, ingat dolo-dolo waktu kecil," ujarnya.
Nah, bagi anda yang penasaran dan ingin mengunjungi objek wisata ini, anda tak perlu kuatir karna hanya butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Ambon. Objek wisata ini berada tak jauh dari Bandara Pattimura Ambon, sekitar 5 km, sehingga mudah diakses oleh siapa pun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....