Sail Darwin-Banda Perkuat Relasi Sosial Masyarakat Maluku dan Australia

  • 10 Agt 2026 11:22 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Hubungan Sister City antara Darwin, Australia, dan Maluku dinilai perlu diperkuat melalui kerja sama nyata yang melibatkan masyarakat kedua wilayah. Hal itu disampaikan Ketua Ambon Sailing Community (ASC), Nico Tulalessy dalam dialog di PRO1 RRI Ambon, Senin 10 Agustus 2026, bertajuk “Sail Darwin-Banda: Merajut Hubungan Sister City Lewat Pariwisata”.

Nico menegaskan, hubungan Sister City tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antarpemerintah. Hubungan langsung antarmasyarakat menjadi kunci agar kerja sama yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

“Harus ada people-to-people contact, ada pertukaran budaya, ada transaksi ekonomi UMKM, dan juga kerja sama konservasi laut,” kata Nico.

Menurutnya, Sail Darwin-Banda dapat menjadi salah satu momentum untuk memperkuat hubungan tersebut karena mempertemukan komunitas pelayar, masyarakat lokal, pelaku UMKM, hingga pemangku kepentingan pariwisata. Interaksi yang terbangun dalam kegiatan itu diharapkan mampu menciptakan hubungan yang lebih erat dan berkelanjutan antara masyarakat Darwin dan Maluku.

Ia berharap hubungan Darwin dan Maluku ke depan dapat diperkuat melalui berbagai program yang konsisten serta memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Dengan begitu, Sister City tidak sekadar menjadi hubungan formal antarpemerintah, tetapi berkembang menjadi kemitraan yang hidup di tengah masyarakat.

Sementara itu, Northern Territory Manager Australian Sailing, Claire Hall melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama melalui pendidikan pelayaran dan pertukaran pemuda. Kerja sama tersebut juga dapat mencakup peningkatan kemampuan keselamatan maritim serta pelatihan olahraga layar bagi generasi muda di Maluku.

“Kami melihat peluang besar untuk pendidikan pelayaran, pertukaran pemuda, keselamatan maritim, dan pelatihan olahraga layar bagi generasi muda,” ujar Claire.

Claire menilai rute Darwin-Banda memiliki daya tarik kuat bagi komunitas pelayar Australia karena memadukan tantangan navigasi laut lepas dengan kekayaan sejarah dan budaya Banda. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata bahari antara Darwin dan Maluku.

Melalui Sail Darwin-Banda, hubungan Darwin dan Maluku diharapkan tidak hanya semakin dekat dari sisi pariwisata, tetapi juga berkembang dalam bidang budaya, pendidikan, ekonomi, olahraga, dan konservasi laut. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai dapat menjadikan hubungan Sister City lebih konkret, berkelanjutan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kedua wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....