Revitalisasi Jalur Rempah, Menenun Masa Depan Pariwisata Banda

  • 22 Apr 2026 09:58 WIB
  •  Ambon

RRI CO.ID.Ambon -Kepulauan Banda kembali menjadi pusat perhatian nasional seiring dengan diluncurkannya inisiatif baru untuk memperkuat posisi kawasan ini sebagai destinasi wisata sejarah kelas dunia. Hal itu mengemuka dalam dialog eksklusif di RRI Ambon pada Rabu, 22 April 2026,

Menurut Mita Alwi, Pendiri Yayasan Generasi Warna Warni, pengembangan Banda tidak boleh hanya berfokus pada keindahan alam bawah lautnya, tetapi harus berakar kuat pada narasi sejarah rempah-rempah yang pernah mengubah peta perdagangan global. Revitalisasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali "ruh" Banda sebagai titik nol jalur rempah dunia yang otentik dan berkelanjutan.

Mita Alwi menyoroti pentingnya edukasi sejarah bagi generasi muda melalui pendekatan yang lebih modern namun tetap menghargai warisan leluhur. Yayasan Generasi Warna Warni, katanya, saat ini tengah menginisiasi program yang mengintegrasikan situs-situs bersejarah, seperti Benteng Belgica dan rumah-rumah pengasingan para pendiri bangsa, ke dalam paket wisata pengalaman (experiential tourism).

Harapannya, wisatawan yang datang tidak hanya sekadar berswafoto, melainkan mampu meresapi nilai sejarah tentang bagaimana Pala Banda pernah menjadi komoditas paling dicari di Eropa dan memicu diplomasi antarnegara, termasuk sejarah pertukaran Pulau Rhun dengan Manhattan.

Ditambahkan, pengembangan pariwisata Banda di tahun 2026 ini harus mengedepankan prinsip Smart Tourism yang ramah lingkungan. Hal ini mencakup pengelolaan sampah yang lebih ketat di kawasan pesisir serta pelestarian pohon-pohon pala tua yang menjadi saksi bisu sejarah kolonialisme. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas lokal menjadi kunci agar pembangunan fisik tidak menggerus identitas budaya asli masyarakat Banda.

Mita Alwi mengajak masyarakat lokal untuk kembali melihat rempah-rempah bukan hanya sebagai komoditas pertanian mentah, melainkan sebagai produk bernilai tambah melalui branding yang kuat. Melalui Yayasan Generasi Warna Warni, warga didorong untuk menciptakan produk turunan pala dan cengkeh yang dikemas secara eksklusif sebagai buah tangan khas sejarah dunia.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga lokal secara langsung, sekaligus memastikan bahwa manfaat pariwisata dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di pelosok kepulauan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....