Jadi Benteng Alam, Warga Nania Kompak Jaga Kelestarian Hutan Mangrove
- 31 Mar 2026 11:49 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID. Ambon - Kesadaran masyarakat pesisir di kawasan Nania, khususnya di lingkup RT 01, dalam menjaga ekosistem mangrove kian meningkat seiring dengan manfaat nyata yang dirasakan. Keberadaan rimbunan pohon bakau ini kini menjadi benteng pertahanan alami bagi pemukiman warga dari ancaman abrasi serta dampak cuaca buruk.
Perkembangan vegetasi mangrove yang semakin subur dari waktu ke waktu merupakan buah dari pengawasan ketat warga setempat yang berkomitmen melindungi habitat biota laut tersebut.
Salah seorang warga Nania, Once Pattipeilohy, mengungkapkan bahwa keberadaan mangrove saat ini sangat krusial sebagai penahan ombak besar dan angin kencang.
Ia mengenang masa di mana vegetasi mangrove masih sangat minim, yang mengakibatkan rumah-rumah warga seringkali terdampak langsung saat cuaca ekstrem melanda. Namun, dengan kondisi hutan bakau yang kini semakin lebat, warga merasa jauh lebih aman dan nyaman meski bermukim tepat di pinggir pantai.
Once menambahkan bahwa warga tidak segan-segan menindak tegas siapa pun yang mencoba merusak atau mengambil kayu dari area konservasi mandiri tersebut. Baginya, mangrove bukan sekadar tanaman, melainkan ekosistem penting tempat berkembang biaknya ikan dan biota laut lainnya yang mendukung rantai makanan di pesisir Nania.
| Baca juga: Liburan Hemat, Kenangan Tetap Melekat |
Kesadaran kolektif ini tumbuh karena warga memahami bahwa menjaga alam berarti menjaga keselamatan tempat tinggal mereka sendiri.
Senada dengan hal tersebut, Ketua RT setempat, Ekmon, menegaskan peran aktif perangkat lingkungan dalam memastikan kelestarian pesisir. Menariknya, potensi keasrian mangrove di Nania kini mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata kuliner melalui pembangunan kafe yang terletak di antara rimbunan bakau.
Kehadiran spot wisata ini memberikan kesan sejuk dan indah, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pengunjung untuk tidak membuang sampah yang dapat merusak pertumbuhan pohon-pohon pelindung tersebut. Melalui sinergi antara warga dan perangkat RT, kawasan Nania diharapkan dapat menjadi contoh sukses pengelolaan pesisir berbasis masyarakat di Kota Ambon.
Kelestarian mangrove tidak hanya memberikan perlindungan fisik dari bencana alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui sektor pariwisata hijau. Warga berkomitmen untuk terus mempertahankan hijau pesisir mereka demi masa depan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....