Polnam Kembangkan Wisata Berteknologi di Adaut KKT
- 26 Mei 2025 18:55 WIB
- Ambon
KBRN, AMBON : Tim Peneliti dari Politeknik Negeri Ambon (Polnam) meluncurkan Website E-tourism sebagai upaya meningkatkan potensi wisata yang ada di Desa Adaut, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Websiten tersebut dibuat sebagai bagian dari Program ekosistem kemitraan berbasis potensi daerah yang dicanangkan Direktorat Mitras DUDI tahun 2024 yang berlaku untuk semua PTV seluruh Indonesia.
Langkah awal awal adanya program ini yakni program katalisator Berdikari Lembaga Penyalur Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu RI.
Demikian disampaikan ketua tim riset Berdikari Polnam, Sally Paulina Sandanafu,SE.,MSi.,Akt dan Marion Erwin Dien,S.Kom.,M.Cs selaku Anggota tim periset Berdikari Polnam dalam dialog publik yang berlangsung di RRI Ambon, Rabu (21/5/2025).
Sally Paulina Sandanafu mengatakan, program Berdikari ini terdiri dari dua (2) skema yakni, skema Emas dan Berlian.
Politeknik Negeri Ambon ikut berkontribusi dalam program tersebut dengan mengusung isu bidang Pariwisata dengan melihat potensi pariwisata di Maluku khususnya di wilayah kategori 3T yakni yang terbanyak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Desa Adaut adalah salah satu desa di KKT yang kita pilih. Desa Adaut yang terbesar diantara 6 desa lainnya di kepulauan Selaru dan adalah desa kecamatan. Sebagai desa yang terluas wilayahnya, otomatis aktivitas ekonomipun terpusat di desa tersebut karena adanya pelabuhan dari dan menuju kota Saumlaki,” ungkapnya.
Desa Adaut, lanjutnya, juga memiliki banyak potensi pariwisata. Potensi-potensi inilah yang oleh tim peneliti Polnam akan digali dan dijadikan suatu produk wisata yang akan dikemas dalam satu paket wisata berteknologi Augmented dan Virtual Reality, dengan mengakses website desa Adaut yang dirancang oleh tim peneliti Polnam.
“Website E-tourism packages dirancang tim dalam rangka mengakomodir semua potensi wisata dan ekonomi yang dimiliki desa, mempromosikan dan memasarkan produk-produk tersebut dan memfasilitasi pengguna untuk menikmati produk tersebut terlebih dahulu secara virtual melalui tampilan-tampilan produk secara visual 3D (AR/VR),” jelasnya.
Sementara itu, tim peneliti Polnam juga merancang potensi tersebut dalam bentuk paket wisata yang tersedia di dalam website, dan berdasarkan hasil survey dan observasi tim, menunjukan beberapa hal terkait penataan kawasan yang dijadikan objek wisata yakni pantai Weimatan yang merupakan tempat tinggal komunitas yang memlestarikan budaya dan kearifan lokal yang disebut Tnyafar.
“Sehingga tim riset juga merancang masterplan tata lokasi tersebut sebagai rekomendasi untuk desa,”ujarnya.
Selain itu, tim peneliti juga merancang pusat informasi desa yang berlokasi di kantor desa Adaut.
“Pengunjung yang datang dan belum sempat mengakses website, bisa langsung dijadikan suatu produk wisata yang akan dikemas dalam satu paket wisata berteknologi Augmented dan Virtual Reality dengan mengakses website desa Adaut yang dirancang oleh tim peneliti Polnam,”sambung Marion Erwin Dien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....