Indonesia Bidik Dua Juta Wisatawan Tiongkok 2025
- 26 Mei 2025 15:37 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Indonesia menargetkan dua juta wisatawan asal Tiongkok pada 2025 sebagai langkah strategis menghidupkan kembali sektor pariwisata nasional.
Pengamat Budaya dan Ekonomi Kreatif Harry Waluyo menilai, langkah ini realistis asalkan strategi yang dijalankan benar-benar menyasar kebutuhan wisatawan Tiongkok secara spesifik.
“Digitalisasi promosi, penyesuaian layanan hingga kerja sama antarnegara adalah kunci utama,” tutur Pengamat Budaya dan Ekonomi Kreatif, Harry Waluyo kepada RRI, Senin (26/5/2025).
Menurut Waluyo, penggunaan media sosial seperti WeChat, Weibo, dan Douyin sangat tepat, mengingat dominasi platform tersebut di kalangan wisatawan muda Tiongkok. Konten yang dikemas secara khas Tiongkok, melibatkan influencer lokal, serta peluncuran portal resmi pariwisata berbahasa Mandarin dinilai dapat memperkuat daya tarik Indonesia.
Waluyo juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan SDM. “Kenyamanan wisatawan Tiongkok harus dijamin, mulai dari bahasa, makanan, hingga sistem pembayaran,” ungkapnya.
Selain itu, pelatihan sumber daya manusia dalam bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok harus menjadi prioritas nasional.
Kerja sama bilateral antara pemerintah dan pelaku industri juga diapresiasi. MoU promosi pariwisata, pelatihan SDM, serta kerja sama dengan agen travel besar seperti Ctrip dan China Travel Service disebut sebagai pondasi kuat dalam diplomasi wisata.
“Jika semua strategi dijalankan konsisten dan berbasis riset pasar, target dua juta wisatawan itu bukan sekadar ambisi, tapi sangat mungkin tercapai,” tutup Waluyo
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....