Teatrikal Perang Kapahaha: Refleksi Sejarah dan Budaya Negeri Morella
- 08 Apr 2025 16:11 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Tradisi unik dan penuh makna kembali digelar masyarakat Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Sehari sebelum perayaan Lebaran 7 Syawal, masyarakat menyaksikan Teatrikal Perang Kapahaha, sebuah pementasan budaya yang menggambarkan semangat perjuangan dan persatuan para leluhur. Teaterikal ini dipentaskan minggu, 6 April 2025.
Acara dimulai dengan Hadrat, iringan musik rebana yang dibawakan oleh para pemuda negeri sambil melantunkan puji-pujian dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Masyarakat kemudian disuguhkan pementasan Perang Kapahaha, sebuah pertunjukan teatrikal yang melibatkan puluhan pemuda. Dalam pementasan ini, mereka berperan sebagai pejuang yang mempertahankan tanah leluhur dari ancaman penjajah. Dengan penuh semangat, para pemuda menampilkan aksi-aksi heroik di tengah sorak-sorai penonton yang memenuhi lapangan negeri.
Teatrikal ini bukan hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarat nilai sejarah. Perang Kapahaha dikenal sebagai simbol perjuangan masyarakat pesisir Maluku dalam mempertahankan kedaulatan dan martabat.
Oleh karena itu, pementasan ini selalu dihadirkan sebagai bagian penting dalam menyambut Lebaran 7 Syawal, hari kemenangan pasca-puasa enam hari Syawal.
“Kami ingin generasi muda tahu bahwa perjuangan dulu itu nyata, dan semangat itu harus tetap hidup. Lewat teatrikal ini, kami belajar tentang sejarah, persatuan, dan pentingnya menjaga tradisi. Ini bukan hanya milik Morella, tapi warisan semua anak Maluku," ujar Inaya Ollong salah satu pemudi Negeri Morella yang memerankan tokoh pedagang dalam pementasan tersebut.
Ia mengaku, sudah berlatih selama beberapa minggu bersama rekan-rekannya untuk mempersiapkan pertunjukan ini dan tantangan terbesar bukan hanya pada fisik, tetapi bagaimana menjiwai semangat perjuangan dalam setiap adegan.
Dengan digelarnya teatrikal Perang Kapahaha, masyarakat Negeri Morella tidak hanya memperingati sejarah, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan rasa persaudaraan antarwarga. Tradisi ini menjadi salah satu kekayaan budaya Maluku yang patut terus dilestarikan oleh generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....