Ciptakan Budaya Ekonomi tanpa Harus Hilangkan Identitas Komunitas
- 09 Sep 2026 10:58 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Pengembangan ekonomi budaya dinilai perlu mampu menciptakan nilai ekonomi tanpa menghilangkan makna, identitas, dan keberlanjutan budaya masyarakat. Ekonomi budaya juga harus memastikan kreativitas dan aktivitas pasar tetap menghormati nilai budaya yang menjadi sumbernya.
Pengamat Ekonomi, Budaya dan Pariwisata, Harry Waluyo, menjelaskan budaya tidak sekadar benda atau produk yang dapat diperjualbelikan. Di dalamnya terdapat pengetahuan, keterampilan, sejarah, simbol, identitas, serta nilai yang diwariskan antargenerasi.
Menurut Waluyo, ketika budaya dikembangkan menjadi produk fesyen, kerajinan, kuliner, pariwisata maupun produk kreatif lainnya, memang muncul nilai ekonomi baru. Namun, nilai budaya dan nilai ekonomi tidak dapat disamakan.
“Budaya mempunyai nilai budaya, sementara pasar menghasilkan nilai ekonomi. Keduanya dapat bertemu, tetapi tidak identik,” ujar Waluyo.
Ia menilai tantangan utama Indonesia adalah membangun hubungan yang sehat antara budaya dan ekonomi. Komersialisasi budaya tidak harus dilarang, tetapi harus dipastikan memberikan manfaat yang adil serta memperkuat kehidupan budaya masyarakat.
Waluyo menambahkan, ekonomi budaya seharusnya dipahami sebagai sebuah cara melihat bagaimana nilai budaya berhubungan dengan proses ekonomi, mulai dari kreativitas, produksi, pasar, hak kekayaan intelektual hingga pembagian manfaat.
Menurutnya, keberhasilan ekonomi budaya bukan hanya diukur dari besarnya pendapatan, tetapi juga dari kemampuan menjaga agar budaya tetap hidup dan berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....