Perbedaan Startup dan UMKM: Lebih dari Sekadar Modal
- 22 Apr 2025 08:16 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Dalam percakapan seputar dunia bisnis, istilah Startup dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) kerap terdengar berseliweran.
Banyak yang menganggap perbedaan keduanya hanya terletak pada besarnya modal. Namun, menurut Harry Waluyo, pengamat ekonomi kreatif, perbedaannya jauh lebih kompleks dan mendasar.
“Startup bukan hanya soal uang yang besar. Ia lahir dari ide segar, semangat teknologi, dan mimpi besar menembus pasar global,” tutur Pengamat Ekonomi Kreatif, Harry Waluyo kepada RRI lewat pesan singkatnya, Selasa (22/4/2025).
Waluyo memberikan contoh startup yang telah sukses antara lain Gojek, Tokopedia, dan Ruangguru. tiga perusahaan yang kini telah menjelma menjadi raksasa digital Indonesia.
Ia menjelaskan beberapa aspek penting yang membedakan keduanya:
- Visi Bisnis: Startup mengejar pertumbuhan eksponensial, UMKM berfokus pada keberlanjutan jangka panjang.
- Inovasi: Startup menciptakan solusi baru berbasis teknologi, sedangkan UMKM menyempurnakan model bisnis yang telah ada.
- Risiko: Startup punya tingkat kegagalan lebih tinggi (92% gagal dalam 3 tahun pertama) dibanding UMKM (32%).
- Pemanfaatan Teknologi: Startup menjadikan teknologi sebagai fondasi utama. UMKM memanfaatkannya sebagai alat bantu, seperti media sosial atau aplikasi kasir.

Head to head: startup Vs UMKM (Dok Sumber)
Sementara itu, contoh UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor antara lain Gendhis Bag dari Yogyakarta yang memproduksi tas rotan, Bandar Mina dari Bali yang mengekspor ikan kerapu sambil memberdayakan nelayan lokal, dan Brodo dari Cibaduyut yang sukses mengangkat brand sepatu lokal ke panggung nasional.
Di sisi lain, kisah sukses Gojek yang awalnya hanya layanan ojek online, kini menjelma jadi superapp multifungsi. Tokopedia dan Ruangguru juga telah menjadi simbol transformasi digital di tanah air.
"Bisakah UMKM Berubah Jadi Startup ?, Bisa saja. Misalnya warung makan yang menggunakan aplikasi digital untuk pemesanan dan pembayaran, lalu ekspansi ke banyak kota. Tapi itu butuh transformasi menyeluruh dari strategi hingga pola pikir.” ungkap Waluyo.
Dari pemikiran tersebut, Waluyo mengatakan bahwa, pilih Jalurmu Sendiri, baik UMKM maupun Startup, keduanya punya tempat penting dalam ekosistem ekonomi Indonesia.
UMKM cocok bagi mereka yang ingin membangun usaha yang stabil dan mengakar. Sementara Startup cocok untuk mereka yang siap menghadapi risiko demi pertumbuhan cepat.
“Mengenal perbedaannya akan membantu calon pengusaha menentukan arah usaha yang paling sesuai dengan tujuan hidup mereka. Anda tim UMKM atau tim Startup?," tutup Waluyo.