Digitalisasi Pacu Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

  • 06 Feb 2025 12:07 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon : Ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat, terutama di era digital. Berdasarkan analisis Matriks Boston Consulting Group (BCG), beberapa subsektor mengalami lonjakan signifikan dalam market share dan growth share.

Tiga subsektor yang masuk kategori Stars yakni aplikasi dan pengembangan gim, konten digital (YouTube, TikTok), serta mode modern menjadi penggerak utama ekonomi kreatif. Kemajuan teknologi dan perubahan pola konsumsi generasi muda mendorong pertumbuhan subsektor ini.

“Generasi muda semakin aktif berpartisipasi dalam industri digital, baik sebagai kreator maupun konsumen. Ini menciptakan peluang besar bagi industri konten digital dan pengembangan gim,” ujar pengamat budaya dan ekonomi kreatif, Harry Waluyo kepada RRI, Rabu (5/2/2025).

Waluyo menjelaskan, meskipun memiliki potensi besar, subsektor Stars juga menghadapi tantangan seperti persaingan global yang ketat dan risiko kejenuhan konten. Oleh karena itu, diperlukan investasi pada infrastruktur digital dan pelatihan teknis untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan.

Selain subsektor digital, kerajinan tradisional, kuliner, dan musik (royalti digital) masuk dalam kategori Cash Cows, yaitu subsektor yang memiliki pasar besar tetapi pertumbuhannya mulai melambat. Modernisasi dan inovasi menjadi kunci agar subsektor ini tetap relevan di pasar global.

Pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ini. "Dengan kolaborasi yang tepat, ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu pilar utama perekonomian Indonesia di masa depan," tutup Waluyo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....