Bupati Hanubun Berburu Talenta Voli, Boyong Tiga Wasit Nasional

  • 09 Sep 2026 17:29 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Turnamen Bola Voli Bupati Cup 2026 Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) memasuki babak gugur. Bupati Malra M. Thaher Hanubun pun meningkatkan standar kompetisi dengan mendatangkan tiga wasit berlisensi nasional.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertandingan berlangsung lebih profesional sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan dan penjaringan talenta-talenta bola voli potensial di Maluku Tenggara.

Tiga wasit nasional yang didatangkan masing-masing Menoha Frani Lerebulan dengan lisensi Nasional B, serta Andre Stevhan Pattiasina dan Georgw Yoel Lalopua yang mengantongi lisensi Nasional C. Mereka akan didampingi wasit daerah Palipus Putirulan.

Hanubun mengatakan, Bupati Cup tidak boleh hanya dipandang sebagai kompetisi antartim untuk memperebutkan kemenangan. Lebih dari itu, turnamen harus menjadi ruang untuk mengukur kemampuan sekaligus menemukan atlet-atlet potensial yang dapat dipersiapkan ke jenjang lebih tinggi.

Hal itu disampaikan Hanubun saat memimpin rapat bersama panitia, manajer, pelatih, tim peserta, para camat, unsur kepolisian dan KONI Malra, Rabu (9/9/2026).

Menurut Hanubun, turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, HUT Partai Demokrat dan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tersebut telah mendapat perhatian hingga ke luar Maluku.

Keterlibatan unsur Partai Demokrat, kata dia, turut memperluas gaung turnamen karena partai tersebut memiliki sejarah dalam pembinaan olahraga bola voli melalui LavAni Club yang berkiprah di kompetisi Proliga.

"Karena itu, saya harus memboyong wasit nasional dengan tujuan meningkatkan kualitas turnamen," ujar Hanubun.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas kompetisi harus dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya pemain dan pelatih yang dituntut profesional, tetapi juga perangkat pertandingan, kepanitiaan hingga aspek keamanan.

Hanubun berharap persaingan dalam Bupati Cup mampu melahirkan pemain-pemain potensial yang nantinya dapat dipersiapkan memperkuat Maluku Tenggara pada ajang olahraga tingkat provinsi, khususnya POPMAL.

"Jaga fisik, jaga kemampuan dan terus berlatih. Kalau ingin mencapai olahraga tingkat tinggi, semuanya harus dipersiapkan dengan baik," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pemain dan pelatih agar tidak semata-mata mengejar kemenangan. Setiap pertandingan harus dimanfaatkan sebagai proses mengukur kemampuan, memperbaiki kekurangan dan membangun mental bertanding.

Menurut Hanubun, atlet berprestasi tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis. Mereka juga harus ditopang kondisi fisik yang kuat, mental matang, disiplin serta kesiapan menerima hasil pertandingan.

"Kemenangan dan kekalahan merupakan hal yang biasa dan harus diterima dengan sikap dewasa. Permainan membutuhkan taktik dan strategi. Keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan para pemain," katanya.

Di sisi lain, Hanubun meminta suporter dan seluruh pihak yang terlibat tidak menjadikan perbedaan keputusan wasit sebagai pemicu keributan.

Ia menegaskan, setiap persoalan yang terjadi di lapangan harus diselesaikan sesuai mekanisme dan aturan pertandingan.

"Wasit adalah manusia biasa, bukan malaikat. Bisa saja terjadi kekeliruan. Kalau ada gangguan terhadap keputusan wasit, saya serahkan kepada Pak Kapolres," ujarnya.

Karena itu, keamanan dan ketertiban selama pertandingan menjadi tanggung jawab bersama. Tim, suporter maupun masyarakat diminta menjaga jalannya pertandingan tetap aman dan sportif.

Kapolres Maluku Tenggara AKBP Ryan mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Bupati Cup 2026.

Ia berharap semangat kebersamaan sebagai orang bersaudara di Bumi Maluku Tenggara terus dijaga sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman, tertib dan maksimal.

"Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga turnamen ini agar berjalan dengan baik dan tetap menjunjung sportivitas," ujarnya.

Bupati Cup 2026 kini telah memasuki babak 16 besar putra dan delapan besar putri. Sebanyak 11 kecamatan ambil bagian dalam kompetisi tersebut, bersama sejumlah kelompok dan instansi lainnya.

Turnamen ini sebelumnya digelar melalui tahapan di tingkat kecamatan. Selain menjadi ruang kompetisi dan pembinaan atlet, pelaksanaannya juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.

Memasuki babak gugur, pertandingan terus bergulir dengan tensia persaingan yang semakin tinggi. Salah satu laga yang berlangsung mempertemukan tim Kebut dengan lawannya.

Saat ini tengah berlangsung partai pertama yang mempertemukan Tim Kebut (Kei Besar Utara Timur) Vs Kecamatan Manyeuw. Pertandingan ini dimenangkan tim kebut dengan kemenangan maksimal dari dua sett yang pertandingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....