Ditolak karena Berpostur Kecil, Pemain Prancis Ini Kini telah Mendunia
- 15 Jun 2026 08:59 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kisah perjalanan hidup gelandang internasional Prancis, N'Golo Kanté, kini menjadi salah satu cerita paling inspiratif dalam sejarah sepak bola modern. Lahir dari keluarga imigran asal Mali yang menetap di pinggiran kota Paris, Kanté sukses membalikkan semua keraguan publik lewat dedikasi, kerja keras, dan kerendahan hatinya yang luar biasa hingga mampu berdiri di puncak tertinggi sepak bola dunia.
Perjalanan hidup pemain bertubuh mungil ini dipenuhi dengan perjuangan yang sangat berat sejak masa kecil. Ketika berusia 11 tahun, Kanté harus kehilangan ayahnya yang merupakan seorang tukang batu, sementara ibunya bekerja sebagai petugas kebersihan. Kondisi tersebut memaksa Kanté kecil menjadi tulang punggung keluarga. Bahkan, saat gelaran Piala Dunia 1998 berlangsung di Prancis, di kala anak-anak lain asyik menonton pertandingan, Kanté justru harus berjalan berkeliling area stadion untuk memungut kaleng dan botol bekas demi menyambung hidup keluarganya.
Namun, momen Piala Dunia 1998 itu pula yang menjadi titik balik motivasinya. Menyaksikan pemain imigran Afrika seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, dan Patrick Vieira mengangkat trofi emas, Kanté menyadari bahwa sepak bola bisa menjadi jalan keluar dari kemiskinan. Setahun kemudian, ia membulatkan tekad untuk mendaftar ke klub JS Suresnes. Langkahnya tidak mudah, postur tubuhnya yang dinilai terlalu kecil membuat hampir semua akademi profesional di Prancis sempat menolaknya. Kendati demikian, ia menolak menyerah dan tetap bermain di kasta amatir sembari menyelesaikan kuliah akuntansi sebagai rencana cadangan jika karier sepak bolanya gagal.
Pintu gerbang menuju panggung dunia akhirnya terbuka lebar pada tahun 2015 ketika klub Inggris, Leicester City, meminangnya dengan mahar £5,6 juta. Hanya dalam waktu setahun, Kanté sukses membawa klub non-unggulan tersebut menjuarai Premier League musim 2016—sebuah kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola modern. Dunia mulai terkesima dengan statistiknya yang luar biasa, di mana ia mencatatkan 175 tekel dan 157 intersepsi dalam satu musim saja, yang kemudian mengantarkannya memenangi berbagai trofi bergengsi lainnya, termasuk Liga Champions dua dekade setelah penolakan masa kecilnya.
Menariknya, kesuksesan besar dan gaji sebesar £110.000 per minggu tidak mengubah kepribadian Kanté yang dikenal sangat membumi. Di tengah gaya hidup mewah para pesepak bola, ia memilih tetap mengendarai Mini Cooper bekas seharga £20.000, bahkan tetap menggunakannya dengan rekatkan selotip pada kaca spion setelah sempat mengalami tabrakan. Sifat pemalu dan rendah hatinya yang ikonik juga terlihat nyata saat Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, di mana ia merasa terlalu sungkan untuk meminta memegang trofi emas tersebut hingga rekan setimnya sendiri yang harus mengulurkannya ke tangan Kanté.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....