Soekarno Cup Maluku Sukses Digelar, Bangkitkan Gairah Sepak Bola Daerah
- 10 Jun 2026 12:05 WIB
- Ambon
Penulis: Bertje Minanlarat
RRI.CO.ID. Ambon - Pelaksanaan turnamen sepak bola Soekarno Cup yang diinisiasi oleh PDI Perjuangan Provinsi Maluku menunjukkan progres yang positif. Hingga saat ini, pertandingan di tiga zona telah selesai dilaksanakan sampai babak final, yaitu Zona Pulau Ambon, Zona Seram Bagian Barat (SBB), dan Zona Seram Bagian Timur (SBT). Sementara itu, untuk Zona Kota Masohi dan Seram Bagian Selatan baru akan memasuki partai final pada Rabu, 10 Juni, yang mempertemukan SSB Nusantara Masohi melawan PSH Hatumeten.
Ketua Panitia Soekarno Cup Maluku Alhidayat Wadjo dihubungi RRI, Rabu 10 Juni 2026 menyatakan dari segi teknis maupun non-teknis, pelaksanaan turnamen di seluruh zona berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala berarti. Namun, ia memberikan beberapa catatan penting terkait kondisi riil sepak bola di daerah yang menjadi bahan evaluasi bersama.
Salah satu poin penting yang disoroti oleh panitia meliputi kesiapan tim-tim dari berbagai desa atau negeri. Jarangnya turnamen besar yang digelar di Maluku membuat banyak tim kurang mempersiapkan pemain mereka secara matang, sehingga menyulitkan proses seleksi.
Meski demikian, panitia memberikan apresiasi kepada sejumlah tim yang dinilai memiliki sistem pembinaan usia dini yang baik dan konsisten. Beberapa di antaranya adalah SSB Nusantara Masohi, Louwitu, Haya, Murkele dari Mosso, Hatumeten, Gemba FC (Seram Bagian Barat), serta Kobe FC (Maluku Tengah yang masuk dalam Zona Seram Bagian Timur).
"Sistem pertandingan per zona seperti ini sangat efektif. Walaupun ada tim yang kalah di awal, jika ada satu atau dua pemain yang menonjol dan potensial, mereka tetap bisa kita jaring untuk ditarik ke tingkat selanjutnya. Berbeda jika seleksi hanya dilakukan terpusat di satu titik, kita tidak akan bisa menjangkau bakat-bakat dari Seram Barat, Seram Selatan, atau Seram Timur," ujar Wajo.
Menanggapi mati suri gairah sepak bola di Maluku dan absennya klub daerah di level nasional, Ketua Komisi III DPRD Maluku itu menegaskan, potensi sebenarnya sangat besar, namun memerlukan sistem yang bergerak secara kolektif.
Ia menekankan pentingnya gotong royong dan membuka ruang bagi investor luar untuk membangun klub sepak bola profesional, mengingat biaya pengelolaan tim saat ini sangat besar dan tidak bisa lagi bergantung pada APBD.
"Sepak bola kita mati bukan karena kita tidak punya tim atau atlet berbakat, tetapi karena kita kehilangan semangat untuk menggerakkan kompetisi itu sendiri," tegasnya.
Sebagai langkah konkret ke depan, panitia mendorong pemerintah daerah (kabupaten/kota) untuk lebih aktif menghidupkan turnamen berkala, seperti mengoptimalkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku serta menggelar kompetisi rutin di tingkat kecamatan hingga kabupaten setiap momen 17 Agustus. Melalui dana APBD yang dialokasikan untuk penyelenggaraan pertandingan (bukan untuk membiayai klub), gairah sepak bola di tingkat akar rumput diyakini akan kembali tumbuh.
Panitia juga memastikan bahwa turnamen Soekarno Cup ini akan menjadi agenda rutin tahunan. Setelah sukses mengamankan satu slot untuk masuk ke putaran nasional tahun ini, pihak panitia berencana untuk memperluas dan mengaktifkan kompetisi ini di seluruh 11 kabupaten/kota di Maluku pada tahun depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....