Aturan 8 Detik FIFA Makan Korban: Emil Audero Jadi Sasaran di Laga Kontra Oman!

  • 08 Jun 2026 14:54 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Jakarta– Pertandingan persahabatan antara Tim Nasional Indonesia melawan Oman pada Jumat malam (5/6/2026) menyisakan catatan menarik bagi pecinta sepak bola tanah air. Di balik tensi pertandingan, terdapat insiden yang melibatkan penjaga gawang timnas, Emil Audero, yang memicu pertanyaan besar dari penonton.

Kejadian bermula ketika Emil Audero dinilai menahan bola terlalu lama di dalam kotak penalti. Alih-alih mendapatkan tendangan bebas tidak langsung seperti yang lazim dikenal selama ini, wasit justru memberikan hadiah tendangan penjuru kepada Oman. Keputusan ini sontak membuat publik bertanya-tanya, apakah aturan sepak bola telah berubah?

Berdasarkan regulasi terbaru yang ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB) dan diberlakukan dalam rangkaian turnamen internasional menuju Piala Dunia 2026, terjadi perubahan signifikan pada Law 12 (Fouls and Misconduct).

Kini, batas waktu penjaga gawang dalam menguasai bola dengan tangan atau lengan telah diperbarui dari 6 detik menjadi 8 detik. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas permainan dan meminimalisir taktik mengulur-ulur waktu yang kerap terjadi saat sebuah tim sedang unggul.

Tak hanya durasi, bentuk hukuman pun berubah. Jika sebelumnya pelanggaran waktu kiper berbuah tendangan bebas tidak langsung di dalam kotak penalti yang seringkali dianggap sebagai ancaman gol yang terlalu besar kini hukumannya adalah tendangan penjuru.

Menurut IFAB, mekanisme tendangan penjuru dianggap sebagai hukuman yang lebih proporsional. Wasit kini diwajibkan memberikan sinyal hitung mundur visual selama 5 detik terakhir sebelum peluit dibunyikan, memberikan peringatan kepada kiper untuk segera melepaskan bola ke permainan.

Insiden yang dialami Emil Audero ini menjadi pembelajaran penting, tidak hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi seluruh penggemar sepak bola di Indonesia. Aturan 8 detik ini akan diberlakukan secara ketat dalam perhelatan Piala Dunia 2026 mendatang.

Penulis: Aryo Wicaksono

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....