Skuad Indonesia Masih Didominasi Era Kluivert, Herdman Pilih Perbaikan Bertahap

  • 08 Jun 2026 14:49 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Jakarta - Komposisi pemain Timnas Indonesia yang diturunkan pelatih John Herdman saat laga kontra Oman menjadi perhatian publik. Pasalnya, mayoritas pemain yang diturunkan masih merupakan pilar yang kerap menjadi andalan di era kepelatihan sebelumnya di bawah arahan Patrick Kluivert.

Menanggapi hal tersebut, pengamat sepak bola nasional, Bung Kusnaeni, memberikan pandangan objektif saat ditemui di Ambon, Kamis (4/6/2026). Menurutnya, melakukan perombakan total secara instan dalam sepak bola bukanlah hal yang mudah.

"Mengubah budaya dan kultur sepak bola itu bukan hal yang mudah. John Herdmann sedang mencoba melakukan perbaikan secara bertahap," ujar Bung Kusnaeni.

Menanggapi hal tersebut, pengamat sepak bola nasional, Bung Kusnaeni, memberikan pandangan objektif saat ditemui di Ambon, Kamis (4/6/2026). Menurutnya, melakukan perombakan total secara instan dalam sepak bola bukanlah hal yang mudah.

"Mengubah budaya dan kultur sepak bola itu bukan hal yang mudah. John Herdman sedang mencoba melakukan perbaikan secara bertahap," ujar Bung Kusnaeni.

"Materi pemain yang dibawa Headman ke berbagai pertandingan internasional memang sebagian besar adalah pemain yang sudah dimainkan di era Shin Tae-yong maupun Kluivert. Pemain baru yang dimunculkan memang jumlahnya masih terbatas karena dia sendiri belum sepenuhnya bisa memantau seluruh potensi pemain yang tersebar," tambahnya.

Meski demikian, Bung Kusnaeni menyoroti langkah berani yang mulai diambil Herdman dalam memberikan kesempatan bagi wajah-wajah baru. Ia menilai pelatih tersebut mulai konsisten mengorbitkan pemain yang sebelumnya jarang dilirik oleh tim nasional.

"Dia sudah mulai memberikan kesempatan kepada pemain yang sebelumnya mungkin tidak terpantau. Contohnya, Beckham Putra yang kini dimainkan, hingga mulai mengorbitkan Alfharezi Buffon," jelasnya.

Yang paling menarik perhatian Bung Kusnaeni adalah keberanian Herdman dalam memberikan kepercayaan kepada pemain muda berbakat, seperti Matthew Baker yang baru berusia 17 tahun.

"Itu adalah hal yang sebelumnya mungkin sulit dilakukan atau sulit terjadi di era-era sebelumnya. Namun, pengalaman Herdman yang dulu sukses melakukan revolusi serupa di Kanada membuat dia yakin bisa menerapkan hal yang sama di Indonesia. Proyek Matthew Baker adalah bukti awal dari revolusi yang ia coba bangun," pungkasnya.

Langkah bertahap yang diambil Herdman ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi masa depan Timnas Indonesia, seiring dengan proses adaptasi dan pemantauan talenta muda yang terus berjalan di bawah kepemimpinannya.

Catatan: Aryo Wicaksono

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....