Sinergi Antarlini, Lapas Geser-Bapas Ambon Fasilitasi Litmas Awal Warga Binaan
- 07 Okt 2026 11:58 WIB
- Ambon
RRRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menunjukkan pelayanan yang humanis melalui penguatan sinergi antarlini. Wujud nyata dari keterpaduan kinerja ini dibuktikan dengan suksesnya fasilitasi kegiatan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) awal bagi dua orang Warga Binaan yang berlangsung di Aula Lapas Geser, Rabu 7 Oktober 2026. Langkah strategis ini terlaksana berkat kolaborasi erat dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon, yang menghadirkan Pembimbing Kemasyarakatan (PK), Saiful Mansur, untuk melakukan asesmen secara langsung.
Pelaksanaan Litmas ini merupakan bagian krusial dari tahapan pra-pembinaan. Proses ini dirancang untuk memetakan latar belakang, kondisi psikologis, kebutuhan, potensi, karakteristik, hingga permasalahan Warga Binaan yang baru masuk. Melalui kolaborasi berbasis data ini, Lapas dan Bapas dapat merumuskan program pembinaan yang paling adaptif dan tepat sasaran.
Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terus terjalin harmonis antara Lapas Geser dan Bapas Ambon. Menurutnya, sinergi lintas fungsi ini adalah kunci utama keberhasilan reintegrasi sosial.
“Pelaksanaan Litmas merupakan langkah hulu yang sangat menentukan. Sinergi dengan Bapas Ambon memungkinkan kami melakukan pemetaan yang akurat. Dengan data yang komprehensif, kami dapat merancang program pembinaan yang lebih terspesialisasi, khususnya dalam mengasah keterampilan melalui program pembinaan kemandirian agar mereka siap kembali ke masyarakat,” ujar Nober.
Nober juga menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak boleh berhenti di tahap awal, melainkan harus dikawal secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen memastikan setiap Warga Binaan dapat mengoptimalkan waktu mereka di sini untuk refleksi diri dan peningkatan kapasitas. Sinergi berkelanjutan dengan Bapas Ambon akan terus kami perkuat demi menciptakan ekosistem pembinaan yang berdampak positif dan terukur,” imbuh Nober.
Senada dengan hal tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Ambon, Saiful Mansur, menekankan bahwa Litmas merupakan wujud integrasi sistem pemasyarakatan yang tidak dapat dipisahkan. Kehadiran Bapas sebagai mitra strategis Lapas berfungsi untuk memastikan hak-hak pembinaan Warga Binaan terpenuhi secara objektif.
“Kolaborasi dalam Litmas ini bertujuan untuk menggali profil mendalam Warga Binaan. Rekomendasi yang kami susun nantinya akan menjadi kompas bagi Lapas Geser dalam menentukan intervensi pembinaan, baik dari aspek kepribadian maupun kemandirian. Kerja sama yang solid antara PK Bapas dan jajaran Lapas adalah fondasi agar pembinaan ini berjalan efektif dan tepat sasaran,” urai Saiful.
Di sisi lain, respons positif datang dari Warga Binaan. Salah seorang Warga Binaan berinisial LR, mengaku mengikuti proses wawancara Litmas dengan kooperatif. Ia memandang kegiatan ini sebagai peluang besar untuk mengenali potensi dirinya.
“Saya mengikuti proses Litmas ini dengan terbuka. Saya berharap hasil pemetaan ini bisa mengarahkan saya ke program pelatihan keterampilan yang sesuai dengan minat. Saya juga bersyukur atas awal perubahan demi menjadi pribadi yang lebih baik. Ini adalah kesempatan berharga untuk belajar, menyiapkan bekal hidup, sekaligus kembali mengasah potensi diri setelah bebas nanti,” ungkap LR.
Melalui fasilitasi Litmas awal yang berbasis sinergi kelembagaan ini, Lapas Geser dan Bapas Ambon membuktikan bahwa pemasyarakatan modern menuntut kolaborasi yang kuat dalam mengoptimalkan proses pembinaan dan pemasyarakatan yang terintegrasi. Dengan pemetaan potensi yang tepat sejak dini, diharapkan seluruh program pembinaan kepribadian dan kemandirian dapat mencetak pribadi baru yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....