Hasil Nyata Pembinaan, Warga Binaan Lapas Ambon Mahir Perbaiki Sepeda Motor
- 07 Okt 2026 10:00 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus membuktikan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang mandiri dan terampil. Hal ini terlihat dari kegiatan pembinaan kemandirian di bidang otomotif, di mana warga binaan menunjukkan keahlian praktis dalam melakukan perbaikan kendaraan bermotor, salah satunya proses penggantian shockbreaker sepeda motor yang dikerjakan langsung di bengkel kerja lapas, Selasa 6 Oktober 2026.
Kegiatan pengerjaan ini dilakukan dengan standar operasional yang teliti dan terarah. Mulai dari pembongkaran komponen suspensi yang sudah aus, pengecekan dudukan baut, hingga pemasangan shockbreaker baru secara presisi agar kestabilan dan kenyamanan berkendara kembali optimal. Seluruh proses perbaikan ini dikerjakan oleh warga binaan yang telah mengikuti program pelatihan keterampilan mekanik di bawah pengawasan petugas pembinaan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa pelatihan otomotif merupakan salah satu program yang dirancang untuk membekali warga binaan dengan keahlian teknis bernilai ekonomis tinggi.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada warga binaan atas kemahiran yang ditunjukkan, terlebih karena unit motor yang sedang dikerjakan tersebut merupakan kendaraan milik mereka sendiri yang ditangani secara profesional di bengkel kerja, di mana hasil dari pengerjaan produktif ini nantinya akan disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta diberikan hak premi bagi warga binaan yang bekerja.
"Kami ingin memastikan bahwa waktu yang dihabiskan warga binaan di dalam lapas diisi dengan kegiatan yang produktif. Pelayanan dan pelatihan perbaikan motor ini tidak hanya melatih keahlian teknis tangan, tetapi juga membentuk mental kerja yang disiplin dan bertanggung jawab. Apresiasi besar saya berikan kepada para warga binaan yang sudah sangat mahir, apalagi motor yang diperbaiki hari ini adalah milik mereka sendiri yang dikerjakan dengan hasil yang sangat memuaskan. Selain itu, hasil dari pengerjaan ini nantinya akan dikelola secara akuntabel untuk disetorkan sebagai PNBP serta diberikan hak premi bagi warga binaan," ujar Zulkipli Salampessy saat memantau langsung aktivitas di bengkel kerja.
Salah seorang warga binaan berinisial DL. Ia mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya bisa terlibat dalam program pembinaan kemandirian ini, yang memberinya kesempatan menguasai keahlian mekanik secara nyata.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak lapas yang telah memfasilitasi pelatihan ini. Dulu saya sama sekali tidak mengerti, tetapi berkat bimbingan di sini sekarang saya sudah mahir membongkar dan memperbaiki sendiri komponen motor seperti penggantian shockbreaker ini dengan lancar," ungkap DL penuh antusias.
Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, memberikan apresiasi tinggi atas progres positif yang ditunjukkan oleh para warga binaan di bidang kemandirian.
Menurutnya, pembinaan kemandirian adalah kunci utama dalam menyiapkan warga binaan agar siap kembali diterima di tengah masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan taat hukum.
Sumarwoto Hendra Budiman juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperluas dan mengoptimalkan berbagai program pelatihan kerja guna mendukung kemandirian warga binaan secara berkelanjutan, dengan tetap menjunjung tinggi tata nilai pelayanan yang berintegritas dan akuntabel.
"Keberhasilan warga binaan kita dalam menguasai keterampilan otomotif secara profesional ini membuktikan bahwa Lapas Ambon konsisten menempa keahlian tangan yang produktif. Kami akan terus mengoptimalkan pembinaan ini agar warga binaan memiliki bekal yang kuat dan handal saat kembali ke tengah masyarakat," tegas Sumarwoto Hendra Budiman.
Melalui keberhasilan program pembinaan kemandirian ini, Lapas Ambon tidak hanya berfokus pada fungsi pengamanan semata, melainkan konsisten bertransformasi menjadi wadah rehabilitasi yang produktif. Diharapkan, keahlian otomotif yang telah dikuasai para warga binaan dapat menjadi modal utama yang mengantarkan mereka menjadi pribadi mandiri, berdaya saing, serta siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar setelah menyelesaikan masa pidananya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....