Salurkan Bakat dan Kreatifitas, Warga Binaan Buatkan Aquascape

  • 06 Okt 2026 14:19 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon terus membuktikan diri sebagai wadah pembinaan kepribadian dan kemandirian yang produktif. Di tengah masa menjalani pidana, para warga binaan unjuk kebolehan dengan menyalurkan bakat serta kreativitas mereka dalam membuat aquascape atau seni penataan pemandangan dalam akuarium yang memiliki nilai seni dan estetika tinggi, Senin 5 Oktober 2026.

Proses pembuatan aquascape ini memerlukan ketelatenan, kesabaran, serta keahlian khusus dari para perajinnya. Tahapan awal dimulai dari perancangan konsep desain tata letak (layout) bawah air. Para warga binaan kemudian merakit fondasi menggunakan bahan-bahan alami seperti batu, driftwood, serta pasir khusus akuarium. Selanjutnya, mereka melakukan penataan tanaman air (aquatic plants) secara teliti, pemasangan sistem filtrasi dan pencahayaan yang memadai, hingga tahap pengisian air dan penebaran ikan hias agar ekosistem mini di dalam akuarium tersebut tampak hidup, asri, dan seimbang.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa pembuatan aquascape ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan bernilai ekonomis. Ia mengungkapkan, hasil karya warga binaan ini tidak hanya sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga akan diproyeksikan sebagai produk hasil karya narapidana yang layak di pasarkan ke masyarakat luas.

"Kami ingin mengarahkan potensi dan kreativitas warga binaan ke dalam kegiatan yang positif dan produktif. Melalui pembuatan aquascape ini, mereka dilatih untuk memiliki keahlian seni sekaligus jiwa kewirausahaan, sehingga kelak ketika mereka bebas, mereka siap mandiri dan diterima kembali di tengah masyarakat," ujar Zulkipli Salampessy saat ditemui di bengkel kerja lapas.

Salah satu warga binaan berinisial YG, yang turut aktif merancang dan merakit aquascape tersebut, menuturkan bahwa kesempatan mengikuti pelatihan ini mengubah cara pandangnya terhadap masa-masa pembinaan di dalam lapas. Ia merasa bersyukur karena keahlian baru yang ditekuninya ini memberi ketenangan batin sekaligus harapan baru untuk masa depannya kelak.

"Bagi saya, merangkai aquascape ini mengajarkan banyak hal, terutama ketenangan pikiran dan melatih kesabaran diri. Kegiatan ini membuat hari-hari pembinaan terasa lebih bermakna karena saya bisa menghasilkan sesuatu yang indah dan bernilai seni tinggi," tutur YG.

Sementara itu, Kepala Lapas Ambon, Sumarworto Hendra Budiman, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan oleh warga binaannya. Ia menegaskan bahwa Lapas Ambon berkomitmen penuh untuk terus mendorong program pembinaan kemandirian berbasis keahlian kreatif agar warga binaan memiliki bekal yang kuat untuk masa depan mereka setelah merdeka nanti.

"Pembinaan di lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan wadah transformasi diri. Kreativitas pembuatan aquascape ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang tidak membatasi seseorang untuk terus berkarya. Kami sangat bangga dan berharap masyarakat dapat mengapresiasi karya-karya positif dari warga binaan kita," ucap Hendra Budiman.

Melalui keterampilan pembuatan aquascape ini, Lapas Ambon kembali menunjukkan keberhasilannya dalam mengubah warga binaan menjadi insan yang kreatif, terampil, dan produktif. Diharapkan ke depannya hasil karya seni bernilai tinggi ini dapat menembus pasar komersial, sekaligus mengubah stigma negatif masyarakat terhadap warga binaan pemasyarakatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....