Dampak Kemarau Panjang, Warga Kayu Tiga Ambon Mulai Kesulitan Air Bersih
- 06 Okt 2026 14:14 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon — Musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino masih menjadi faktor penyebab ketersediaan air bersih di sejumlah kawasan Kota Ambon kian kritis. Sumur warga mengering, mata air menyusut drastis, sehingga masyarakat harus berjuang keras demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Ferdinand, warga kayu 3 kelurahan/Desa, Negeri Soya, Kota Ambon, Selasa (6/10/2026) siang kepada rri.co.id mengatakan, debit air mulai berkurang, ketersediaan air bersih yang biasanya didapat dari pipa jaringan kini berjalan tidak lancar, hanya dua jam dari biasanya.
"Biasanya air jalan lancar, tapi mulai satu minggu terakhir ini mulai susah. Kalau hari biasa air jalan bisa 3 - 4 jam, ini cuma jalan 2 jam saja, itupun debit airnya kecil." Katanya.
Dikatakan, sebagai warga kota yang baik dirinya sudah berupaya untuk lebih efisien dalam penggunaan air, dalam kebutuhan keseharian guna mengantisipasi krisis air bersih. Mengingat di musim kemarau tahun ini sangat panjang serta telah terjadi kekeringan di berbagai daerah hingga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, maka dirinya berharap adanya perhatian yang lebih serius dari pemerintah setempat, untuk mengatasi masalah keterbatasan air bersih, karena bisa berdampak bagi keberlangsungan hidup masyarakat.
"Kami berharap pemerintah lebih serius dalam menangani hal ini, kirim bantuan air bersih, atau apapun itu, asalkan warga merasa aman, karena kalau panik, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Cuaca panas, kami juga berusaha menghemat air agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya
Untuk diketahui, Kota Ambon juga menetapkan siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, mengingat kondisi kemarau ekstrim ini masih akan berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....