Dari Masjid dan Gereja, Rutan Masohi Perkuat Pembinaan Warga Binaan
- 05 Okt 2026 20:24 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi terus berkomitmen membentuk kepribadian dan mental positif Warga Binaan melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan penyuluh agama dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Senin 5 September 2026.
Kegiatan pembinaan berlangsung secara bersamaan bagi Warga Binaan beragama Islam dan Kristen. Warga Binaan Islam mengikuti kegiatan di Masjid Darussalam Rutan Masohi, sementara Warga Binaan Kristen mendapatkan pendampingan rohani di Gereja Immanuel Rutan Masohi.
Bagi Warga Binaan beragama Islam, pembinaan diisi dengan dzikir bersama, tadarus, setor hafalan, serta belajar Iqro. Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran memperkuat hafalan, sekaligus membiasakan Warga Binaan menjalankan aktivitas keagamaan secara rutin.
Melalui dzikir dan tadarus, Warga Binaan diajak untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sementara setor hafalan, dan belajar Iqro menjadi wadah untuk terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Alquran sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Sementara itu, pembinaan bagi Warga Binaan beragama Kristen dilaksanakan melalui ibadah, pembinaan rohani, dan diskusi keagamaan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan mengangkat tema “Tebak Tokoh Alkitab dan Pemaknaannya.”
Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif dengan mengajak Warga Binaan mengenal berbagai tokoh dalam Alkitab sekaligus menggali nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kisah mereka.
Melalui diskusi, Warga Binaan diajak memahami nilai keteladanan, kesetiaan, keberanian, pengampunan, kasih, dan tanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Plh. Kepala Rutan Kelas IIB Masohi, Agustina Lawalata, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan.
“Pembinaan keagamaan ini penting untuk memperkuat iman dan mental warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan dapat lebih dekat kepada Tuhan, melakukan introspeksi diri, dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Agustina.
Senada dengan itu, Tia Sipahelut, penyuluh Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya untuk memahami agama, tetapi juga menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai yang diperoleh dalam pembinaan ini dapat diimplementasikan dalam sikap dan perilaku. Baik melalui kegiatan dzikir, tadarus, belajar Iqro, maupun pembinaan dan diskusi Alkitab, semuanya diharapkan dapat memberikan penguatan karakter dan menjadi bekal ketika warga binaan nantinya kembali ke keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara konsisten, Rutan Kelas IIB Masohi berharap Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan refleksi, memperbaiki diri, memperkuat iman, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah keluarga maupun masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....