Antrean Panjang Truk di Ambon Diduga Ulah Mafia BBM
- 05 Okt 2026 16:21 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon: Antrean panjang kendaraan truk di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ambon yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir ini diduga kuat akibat keterlibatan mafia bahan bakar minyak (BBM). Pembatasan pembelian solar subsidi dengan total Rp250 ribu per hari dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan kebutuhan operasional armada angkutan logistik yang ada di Pulau Ambon.
"Akhir-akhir ini saya melihat antrean kendaraan truk terjadi di seluruh SPBU. Bahkan antrean meluber hingga memicu kemacetan. Saya menduga ada mafia minyak dalam kasus ini," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar merespon keluhan puluhan sopir yang melakukan aksi demo di Kantor DPRD Ambon, Senin, 5 Oktober 2026
Menurutnya, berdasarkan penyampaian para sopir bahwa di beberapa wilayah seperti SPBU Wayame dan Pohon Pule, sopir bahkan diwajibkan membeli Dexlite terlebih dahulu senilai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu agar bisa mengisi Biosolar.
"Dalam regulasi kan tidak ada seperti itu, tapi kenapa ada SPBU yang buat aturan demikian. Ini kan bikin susah masyarakat namanya. Saya ulangi lagi, ada dugaan mafia disitu" ucapnya Politisi PKB itu meminta aparat penegak hukum dan pihak berwenang segera turun tangan mengusut tuntas mafia minyak nakal yang meresahkan para sopir.
Sebelumnya, puluhan sopir truk mengeluhkan kebijakan pembatasan BBM jenis Biosolar sebesar Rp250 ribu per hari. Keluhan tersebut disampaikan dalam aksi demo yang berlangsung di kantor DPRD Ambon, Senin siang.
Sopir truk menyebut, pembatasan biosolar mengancam keberlangsungan usaha dan mata pencaharian mereka. Pasalnya, BBM merupakan kebutuhan vital yang menentukan pergerakan harian armada.
"Rp250 liter berarti kita hanya mengisi sehari 36,76 liter. Sudah begitu antrean untuk mendapatkannya memakan waktu berjam-jam. Kami harap DPRD bisa melihat masalah ini," kata salah satu sopir truk, Simon Rikumahu
Menurutnya, akibat pembatasan ini, kendaraan tidak dapat kembali beroperasi apabila mendapatkan muatan tambahan pada sore hari karena kehabisan bahan bakar.
Beban para pengemudi semakin berat dengan adanya dugaan syarat pengisian di sejumlah SPBU, di mana sopir diwajibkan membeli Dexlite sebesar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu terlebih dahulu agar bisa mendapatkan Biosolar.
Praktik ini dinilai sangat memberatkan pengeluaran harian para pekerja moda transportasi darat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....