BMKG Ingatkan Warga Maluku Waspadai Kabut Asap

  • 05 Okt 2026 11:45 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Maluku untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kondisi asap yang masih terpantau di sejumlah wilayah.

Peringatan tersebut menjadi langkah antisipasi karena berdasarkan pembaruan Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) BMKG, Senin (5/10/2026), tingkat kemudahan terbakar bahan permukaan tanah di Maluku berada pada kategori sedang hingga sangat mudah.

Indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan kondisi bahan bakar ringan seperti dedaunan kering, humus permukaan dan alang-alang cukup mudah terbakar. Sementara Duff Moisture Code (DMC) juga berada pada kategori sedang hingga sangat mudah, yang menggambarkan kondisi kekeringan bahan organik pada lapisan menengah permukaan tanah.

BMKG juga mencatat Initial Spread Index (ISI) berada pada kategori rendah hingga sangat tinggi. Kondisi ini menunjukkan api dapat lebih mudah menyebar apabila kebakaran terjadi, terutama ketika kecepatan angin meningkat.

Sementara itu, Fire Weather Index (FWI) berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi. Indeks tersebut menggambarkan potensi intensitas api dan dipengaruhi oleh kondisi cuaca serta tingkat kekeringan bahan bakar.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura, Kamari, dalam siaran pers BMKG tertanggal 3 Oktober 2026, menyampaikan adanya asap tipis hingga sedang yang menyelimuti langit Maluku dengan jarak pandang berkisar 5 hingga 9 kilometer.

Pada 3 Oktober, asap cukup tebal dengan jarak pandang kurang dari 5 kilometer teramati pada pagi hari di sejumlah wilayah, antara lain Kota Ambon, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru dan Buru Selatan.

BMKG juga mendeteksi hingga 12 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebaran terbanyak terpantau di wilayah Buru Selatan. Berdasarkan arah angin Timur hingga Barat Laut dan pemantauan satelit Himawari-9, sebagian asap yang masuk ke wilayah Maluku berasal dari Papua serta sebagian kecil dari Pulau Buru dan Pulau Seram.

Dalam siaran pers tersebut, BMKG memperkirakan potensi asap dengan kategori sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Maluku, meliputi Kota Ambon, Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, serta Kepulauan Tanimbar bagian utara.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi asap saat ini, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih dan menutup jendela ketika asap mulai terasa pekat.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan masyarakat dengan gangguan pernapasan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Pengguna jalan, transportasi laut dan penerbangan juga diminta meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi penurunan jarak pandang secara signifikan.

BMKG mengingatkan masyarakat dan pihak terkait agar terus memantau perkembangan cuaca, titik panas dan kondisi lingkungan. Langkah tersebut penting untuk mempercepat mitigasi apabila terjadi peningkatan asap maupun kebakaran hutan dan lahan di wilayah Maluku.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....