Singapura Pemasok Terbesar Impor Maluku Periode Januari-Agustus 2026

  • 05 Okt 2026 10:30 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia mengatakan Singapura menjadi negara asal dengan kontribusi terbesar terhadap impor Maluku selama periode Januari-Agustus 2026. Negara tersebut memberikan andil sebesar 52,34 persen dari total impor Maluku yang mencapai US$508,55 juta.

Dikatakan, selain Singapura, impor Maluku juga berasal dari sejumlah negara lainnya seperti Malaysia dengan kontribusi 36 persen, disusul Korea Selatan 2,97 persen, Tiongkok 1,52 persen, dan Finlandia 7,17 persen.

"Dari sejumlah negara asal impor tersebut, Tiongkok mencatat peningkatan kumulatif terbesar selama Januari-Agustus 2026. Nilai impor dari Tiongkok meningkat 306,92 persen, dari US$1,90 juta pada periode yang sama tahun 2025 menjadi US$7,75 juta," kata Pattiwaellapia menjelaskan.

Secara keseluruhan, lanjutnya, nilai impor Maluku Januari-Agustus 2026 mencapai US$508,55 juta. Angka tersebut meningkat 130,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar US$220,21 juta.

Peningkatan impor Maluku terjadi pada sektor migas maupun nonmigas. Impor sektor migas tumbuh 112,70 persen dengan kontribusi 91,31 persen, sedangkan sektor nonmigas meningkat 2.221,91 persen dengan kontribusi 8,69 persen.

Dari sisi pelabuhan, tambah Pattiwaellapia, aktivitas impor Maluku masih terkonsentrasi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Sebanyak 98,48 persen dari total impor Maluku dibongkar melalui pelabuhan tersebut dengan nilai kumulatif mencapai US$500,83 juta.

"Sementara Pelabuhan Wahai, Maluku Tengah, menangani 0,54 persen impor dan Pelabuhan Tual sebesar 0,98 persen. Dari sisi volume, impor Maluku mencapai 497,53 ribu ton atau meningkat 51,50 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2025," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....