Sektor Migas Sumbang 91,31 Persen Impor Maluku Periode Januari -Agustus 2026
- 05 Okt 2026 10:20 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia menjelaskan impor Maluku sepanjang Januari-Agustus 2026 masih didominasi sektor migas dengan kontribusi mencapai 91,31 persen. Dominasi sektor ini sejalan dengan pertumbuhan nilai impor migas yang mencapai 112,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Peningkatan impor didorong oleh impor sektor nonmigas yang tumbuh 2.221,91 persen dengan peran 8,69 persen, serta peningkatan sektor migas sebesar 112,70 persen dengan peran 91,31 persen,” kata Maritje Pattiwaellapia, Senin 5 Oktober 2026.
Secara keseluruhan, lanjutnya, nilai impor Maluku Januari-Agustus 2026 mencapai US$508,55 juta. Nilai tersebut meningkat 130,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar US$220,21 juta.
Dominasi migas juga terlihat dari sisi volume impor Maluku yang mencapai 497,53 ribu ton. Sebanyak 99,34 persen volume impor berasal dari sektor migas, sedangkan sektor nonmigas hanya menyumbang 0,66 persen.
Meski kontribusinya terhadap total impor lebih kecil, sektor nonmigas mencatat pertumbuhan yang signifikan. Nilai impor sektor tersebut melonjak 2.221,91 persen secara kumulatif pada Januari-Agustus 2026.
Ditambahkan, aktivitas impor Maluku masih terkonsentrasi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Sebanyak 98,48 persen impor dibongkar melalui pelabuhan itu dengan nilai mencapai US$500,83 juta.
"Sementara Pelabuhan Wahai, Maluku Tengah, menangani 0,54 persen impor dengan nilai US$2,75 juta. Adapun Pelabuhan Tual berkontribusi 0,98 persen terhadap total impor Maluku selama Januari-Agustus 2026," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....