Ekspor Maluku Naik 37,62 Persen, Ikan dan Udang Jadi Penopang Utama
- 05 Okt 2026 10:19 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Maluku pada periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai US$39,43 juta, meningkat 37,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$28,65 juta. Kenaikan tersebut terutama ditopang ekspor komoditas nonmigas berupa ikan dan udang.
Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia mengatakan kelompok ikan dan udang memberikan kontribusi penuh terhadap nilai ekspor Maluku selama periode tersebut. Struktur ekspor Maluku masih sangat bergantung pada satu kelompok komoditas karena tidak terdapat kontribusi dari golongan barang lain, termasuk bahan bakar mineral.
“Tidak terdapat kontribusi dari golongan barang lain seperti bahan bakar mineral, sehingga struktur ekspor Maluku masih sangat bergantung pada satu komoditas utama,” ujarnya.
Dari sisi negara tujuan, seluruh ekspor Maluku pada Januari-Agustus 2026 diarahkan ke kawasan Asia lainnya dengan nilai US$39,43 juta. Tiongkok menjadi pasar terbesar dengan nilai US$37,48 juta atau 95,06 persen, sedangkan Hongkong mencapai US$1,95 juta atau 4,94 persen.
Ditambahkan, kegiatan ekspor Maluku selama periode tersebut hanya dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso dan Pelabuhan Tual. Pelabuhan Yos Sudarso memberikan kontribusi dominan sebesar 99,16 persen terhadap total ekspor, terutama melalui pengiriman komoditas ikan dan udang.
"Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, nilai ekspor pada periode tersebut mengalami peningkatan sebesar 37,62 persen," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....