Lapas Namlea-Puskesmas Sawa CKG & Skrining Penyakit Menular

  • 01 Okt 2026 13:42 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea bersama Puskesmas Sawa menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pemeriksaan penyakit menular bagi warga binaan dan petugas, Rabu 30 September 2026. Kegiatan tersebut diinisiasikan Lapas Namlea sebagai bentuk implementasi 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam program pelayanan kesehatan gratis.

Dengan melibatkan 9 orang tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Sawa, petugas Klinik Pratama dan peserta magang, Lapas Namlea melakukan pemeriksaan terhadap 56 partisipan dengan rincian 5 orang petugas, 15 orang narapidana, dan 36 tahanan.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Sofian Ahmad menuturkan kegiatan CKG dan skrining penyakit menular bertujuan untuk melakukan deteksi dini resiko penyakit berbahaya sekaligus mengetahui berbagai masalah dan gangguan kesehatan yang dialami warga binaan.

“Warga binaan mempunyai hak mutlak dimana mereka berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal yang diwujudkan melalui skrining berkala dan juga pemeriksaan CKG massal seperti yang kita laksanakan bersama Puskesmas Sawa pada hari ini. Lingkungan yang padat disertai dengan mobilitas yang terbatas mampu meningkatkan resiko terserang penyakit dan virus sehingga perlu kita deteksi sedari awal,” tutur Sofian.

Selain faktor tersebut, petugas Klinik Pratama Lapas Namlea, Fransky Uneputty menyoroti maraknya temuan kasus Influenza A di sejumlah wilayah Indonesia saat ini . Ia menyampaikan pemeriksaan CKG kali ini juga merupakan langkah preventif Lapas Namlea untuk mewaspadai penyakit flu musiman itu.

“Kita perlu mewaspadai gejala-gejala penyakit menular yang tadinya ringan bisa memiliki dampak besar khsusunya bagi para penghuni di Lapas Namlea. Melalui kegiatan ini, kita juga gencarkan sosialisasi agar warga binaan sadar untuk hidup sehat dan bersih,” ujar Fransky.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan CKG dan skrining cepat penyakit Tuberkulosis (TBC), HIV, dan Sifilis, terdapat 1 orang warga binaan yang dinyatakan positif Sifilis. Temuan tersebut segera direspon cepat Lapas Namlea dan Puskesmas Sawa dengan melakukan penanganan medis yang tepat dan terukur.

“Kami akan melakukan pemeriksaan medis lanjutan dan memberikan edukasi kesehatan lebih luas kepada penderita. Selain itu, kami akan melakukan kontrol rutin untuk diberikan penanganan medis sesuai dengan standar yang berlaku,” ujar Romlah Bugis selaku nakes penanggung jawab Sifilis dari Puskesmas Sawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....