Tingkatkan Pembinaan Warga Binaan,Lapas Geser Teken PKS dengan STAI Sertim

  • 28 Sep 2026 17:38 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser resmi menjalin kemitraan strategis dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Seram Timur (STAI Sertim). Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang difokuskan pada optimalisasi pembinaan kepribadian, mental, dan kerohanian bagi Warga Binaan yang berlangsung di aula Lapas, Senin 28 September 2026. Langkah ini menjadi bukti komitmen nyata Lapas Geser dalam mewujudkan program reintegrasi sosial yang humanis dan berbasis nilai-nilai spiritual.

Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi langsung dari amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Regulasi tersebut menggarisbawahi bahwa esensi pemasyarakatan adalah membentuk karakter Warga Binaan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kekeliruan masa lalu, memperbaiki diri, dan siap kembali ke masyarakat tanpa mengulangi tindak pidana. Nober menambahkan, proses pembinaan di dalam Lapas tidak dapat berjalan maksimal tanpa adanya sinergi dan dukungan dari berbagai elemen sektoral, khususnya institusi pendidikan.

“Mengingat pentingnya integrasi antara pendekatan akademis dan spiritual dalam memulihkan perilaku, Lapas Geser merangkul STAI Seram Timur untuk memperkuat benteng moral para Warga Binaan. Kolaborasi erat dengan lembaga pendidikan tinggi keagamaan seperti STAI Seram Timur menjadi kunci. Melalui metode keagamaan yang terstruktur dan aplikatif, kami optimis Lapas Geser dapat bertransformasi menjadi pusat edukasi moral yang efektif yang mampu mengubah masa pidana menjadi masa pembentukan akhlak,” ujar Nober Hasanda.

Sementara itu, Muhammad Ipaloat, Dosen Hukum Keluarga Islam (HKI) STAI Seram Timur, yang mewakili Ketua STAI Seram Timur mengapresiasi kepercayaan Lapas Geser dalam penandatanganan PKS ini. Menurutnya, kerja sama ini selaras dengan implementasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“PKS ini tidak sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi wadah pengabdian masyarakat dan laboratorium sosial nyata bagi dosen maupun mahasiswa kami. Kami berkomitmen untuk menghadirkan pembinaan spiritual yang menyejukkan hati agar Warga Binaan memiliki benteng iman yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat,” tutur Nurdin.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kasubsi Pembinaan Lapas Geser, Junaidi Laisouw. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi solusi nyata dalam memperkaya variasi program pembinaan di lingkungan Lapas.

“Kerja sama ini sangat membantu kami dalam mengatasi keterbatasan tenaga pembinaan kerohanian di Lapas. Dengan hadirnya jajaran akademisi dan civitas akademika STAI, program pembinaan kepribadian seperti baca tulis Alquran, fikih ibadah, hingga konseling spiritual dapat diberikan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ungkap Junaidi Laisouw.

Senada dengan hal tersebut, salah satu dosen STAI Seram Timur yang turut hadir, Ahmad Rumodar, menegaskan kesiapan civitas akademika untuk menjalankan program ini secara optimal.

“Kami akan menjalankan amanah ini dengan penuh profesionalisme melalui pendekatan yang humanis dan edukatif. Harapan besar kami, kolaborasi ini membawa dampak win-win solution yang memberikan manfaat langsung bagi pemulihan mental Warga Binaan, sekaligus mendukung terciptanya suasana Lapas yang lebih kondusif, aman, dan tenteram,” pungkas Ahmad Rumodar.

Melalui penandatanganan PKS ini, kedua belah pihak berharap sinergi yang terbangun dapat menekan angka residivisme. Selain itu, program ini diharapkan mampu mempersiapkan para Warga Binaan untuk kembali menjadi pribadi yang bernilai positif, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....