Warga Binaan Lapas Ambon Terima Pesanan Pagar Besi
- 28 Sep 2026 14:18 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali membuktikan bahwa proses pembinaan kemandirian di dalam lapas memberikan hasil yang produktif dan bernilai ekonomis. Kali ini, para warga binaan mendapatkan kepercayaan masyarakat dengan menerima pesanan pembuatan pagar besi yang langsung dikerjakan secara teliti di dalam bengkel kerja lapas, Senin 28 September 2029.
Seluruh proses pengerjaan pagar pesanan ini dilakukan secara profesional oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas. Tahapan pembuatan dimulai dari pengukuran lokasi dan pemotongan bahan besi mentah, berlanjut ke tahap perakitan dan pengelasan struktur rangka hingga menjadi bentuk pagar yang kokoh, diakhiri dengan proses penghalusan dan pengecatan akhir agar tampil rapi serta tahan lama.
Kegiatan pengerjaan pesanan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertukangan dan pengelasan, di mana warga binaan dilatih untuk mengasah keterampilan praktis sebagai bekal keahlian yang mandiri. Nantinya, dari hasil pengerjaan pesanan pagar ini, sebagian pendapatan akan disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi negara, serta disisihkan pula sebagai premi atau insentif bagi warga binaan yang terlibat langsung dalam proses pengerjaannya.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa kepercayaan masyarakat dalam memesan produk karya warga binaan menunjukkan bahwa kualitas pelatihan vokasi di bengkel kerja lapas telah berjalan secara optimal dan berdaya saing. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan ketekunan para warga binaan dalam menyelesaikan pesanan tersebut.
"Kami sangat bangga melihat antusiasme dan keterampilan yang ditunjukkan warga binaan. Mulai dari pengukuran, pemotongan, pengelasan, hingga pengecatan akhir dikerjakan secara teliti di bengkel kerja, membuktikan bahwa pembinaan kemandirian yang kami berikan benar-benar menghasilkan produk berkualitas yang diakui masyarakat," ujar Zulkipli Salampessy.

Sementara itu, salah satu warga binaan yang turut serta mengerjakan pembuatan pagar berinisial FM mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan mengasah keterampilannya di bengkel kerja lapas. Ia merasa bahwa kegiatan produktif ini tidak hanya mengisi masa hukumannya dengan hal positif, tetapi juga memberikan harapan baru melalui keahlian las dan pertukangan yang ditekuninya.
"Kami sangat berterima kasih atas bimbingan para petugas di bengkel kerja. Mulai dari tahap potong bahan, merakit, mengelas, sampai mengecat pagar pesanan ini kami kerjakan dengan sungguh-sungguh, sekaligus mendapatkan premi dari hasil kerja keras kami," tutur FM.
Apresiasi tinggi juga datang dari pihak pemesan pagar bernama Pedro Latumeten. Ia mengaku kagum dengan hasil pengerjaan pagar besi yang dibuat langsung oleh warga binaan di dalam lapas, yang dinilai memiliki kualitas kerapian dan kekuatan yang tidak kalah dengan bengkel las profesional di luar.
"Awalnya saya penasaran, ternyata dari hasil las, kerapian sambungan, hingga pengecatan pagar di bengkel kerja Lapas Ambon ini sangat rapi, kokoh, dan memuaskan. Ini membuktikan bahwa pembinaan di lapas benar-benar membekali warga binaan dengan keahlian yang bermanfaat," ungkap Pedro Latumeten.
Menanggapi pencapaian tersebut, Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menegaskan bahwa optimalisasi bengkel kerja merupakan salah satu fokus utama lembaganya untuk mencetak warga binaan yang mandiri dan siap berintegrasi secara produktif di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa keterlibatan warga binaan dalam proyek pesanan komersial ini merupakan bentuk nyata pembinaan yang berorientasi pada hasil dan kesejahteraan.
"Penerimaan pesanan pagar dengan proses pengerjaan yang lengkap mulai dari pemotongan hingga pengecatan ini adalah bukti nyata bahwa warga binaan Lapas Ambon memiliki potensi dan keterampilan vokasi yang handal. Melalui mekanisme setoran PNBP dan pemberian premi yang transparan, kami ingin memastikan bahwa pembinaan ini memberikan manfaat ekonomi yang adil baik bagi negara maupun bagi warga binaan itu sendiri," tegas Hendra Budiman.
Seluruh rangkaian proses pengerjaan pesanan pagar di bengkel kerja ini berjalan dengan aman, tertib, dan mengutamakan standar keselamatan kerja. Melalui keberhasilan ini, Lapas Ambon optimis dapat terus memperluas jangkauan pemasaran produk hasil karya warga binaan serta memperkuat citra positif pemasyarakatan yang produktif dan mandiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....