Panen Puluhan Ikat Sawi Putih, Peluang Usaha Warga Binaan Lapas Geser

  • 18 Sep 2026 19:01 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon- Program pembinaan kemandirian dalam memberdayakan Warga Binaan untuk mendukung ketahanan pangan kembali membuahkan hasil positif di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser. Kali ini, warga binaan sukses memanen 43 ikat sawi putih berkualitas yang dibudidayakan menggunakan metode hidroponik, Jumat 18 September 2026. Keberhasilan panen ini merupakan bukti nyata dari perawatan intensif serta kolaborasi aktif staf pembinaan bersama peserta magang dalam memberikan pendampingan optimal.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, bersama jajaran pejabat struktural, staf pembinaan, peserta magang, dan para warga binaan yang tampak antusias di area hidroponik lapas.

Nober Hasanda memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan panen sawi putih tersebut.

Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari sinergi dan kerja sama yang solid antara petugas, warga binaan, dan peserta magang dalam menjalankan program pembinaan kemandirian yang produktif.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh jajaran, peserta magang, dan warga binaan yang telah tekun melakukan perawatan sayuran hidroponik ini hingga berhasil panen dengan baik. Ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Geser berjalan secara produktif dan kolaboratif. Harapan besar kami, keterampilan bertani modern ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bekal keahlian yang mandiri bagi warga binaan ketika mereka kembali ke masyarakat nanti,” ujar Nober.

Di tempat yang sama, Kasubsi Pembinaan, Junaidi Laisouw, menjelaskan bahwa penanaman sayuran sawi putih dengan metode hidroponik ini merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan pembinaan kemandirian berbasis pertanian. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang produktif.

“Melalui program ini, kami tidak hanya mengajarkan cara budidaya, tetapi juga membentuk mental kerja dan tanggung jawab. Hari ini kami berhasil memanen 43 ikat sawi putih, dan alhamdulillah semuanya langsung dibeli oleh petugas dan sebagian lagi oleh penyedia bahan makanan (bama). Ini menjadi penyemangat bagi mereka,” jelas Junaidi.

Kegiatan panen tersebut turut mendapat respons positif dari seorang peserta magang, Sitti Aminah Zahzafni Rumalutur, yang terlibat sejak proses budi daya hingga panen.

Ia mengungkapkan rasa senangnya karena dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan kemandirian tersebut.

“Kegiatan panen ini memberikan pengalaman berharga bagi kami seklaigus membuktikan bahwa pembinaan kemandirian di Lapas mampu mentransfer keterampilan pertanian modern secara efektif,” ungkap Sitti Aminah.

Dampak positif dari program ini juga dirasakan langsung oleh warga binaan. Salah seorang warga binaan berinisial JR mengaku bersyukur dan bangga karena dapat mengikuti seluruh proses budi daya, mulai dari awal penanaman hingga masa panen.

“Saya sangat bersyukur bisa terlibat langsung dari proses penyemaian hingga panen. Program pembinaan ini memberikan ilmu dan keterampilan baru yang menjadi bekal berharga bagi saya. Setelah bebas nanti, saya berharap bisa membuka usaha pertanian mandiri untuk menopang perekonomian keluarga,” kata JR.

Melalui keberhasilan panen ini, Lapas Geser berkomitmen untuk terus mengembangkan program budidaya hidroponik sebagai salah satu pembinaan kemandirian yang produktif.


Dengan keterampilan yang diperoleh, para warga binaan diharapkan mampu memanfaatkannya sebagai peluang usaha mandiri untuk menopang perekonomian keluarga setelah bebas.ui

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....