Warga Binaan Kristen Dikuatkan Iman dan Harapan,Lapas Ambon Gandeng Kemenag

  • 18 Sep 2026 18:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Maluku menggelar kegiatan penyuluhan rohani bagi warga binaan yang beragama Kristen sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan pembentukan mental spiritual, Jumat 18 September 2026.

Ibadah dan penyuluhan rohani ini berlangsung khidmat dengan diawali lantunan puji-pujian yang dipanjatkan bersama-sama oleh para warga binaan di dalam gereja lapas.

Suasana kebersamaan dan ketenangan tampak menyelimuti jalannya ibadah, membawa kesejukan bagi para peserta yang hadir untuk memperkuat keimanan mereka di tengah masa menjalani pidana.

Rangkaian rohani dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci Alkitab yang diambil dari Injil Matius pasal 11 ayat 28. Ayat tersebut berbunyi, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Ayat ini menjadi pesan utama yang direnungkan bersama, merefleksikan pengharapan dan ketenangan batin bagi setiap warga binaan dalam menghadapi proses pembinaan.

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Ambon, Meky Patty, menjelaskan bahwa pembinaan kerohanian memegang peranan vital dalam membentuk karakter dan moral warga binaan agar siap kembali menjadi masyarakat yang lebih baik.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Maluku yang konsisten mendampingi jajaran pembinaan lapas.

"Penyuluhan rohani ini sangat penting untuk memberikan ketenangan jiwa dan membangun mental positif bagi warga binaan. Sinergi dengan Lapas Ambon dan Kemenag Provinsi Maluku ini adalah bentuk nyata pembinaan holistik yang menyentuh aspek spiritual," ujar Meky Patty.

Sementara itu, Penyuluh Agama Kristen dari Kanwil Kemenag Maluku, Lesli Taribuka, dalam pemaparannya mengajak para warga binaan untuk senantiasa menjadikan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan dan pengharapan dalam menjalani hari-hari di lapas. Ia mengingatkan agar masa pemidanaan ini dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi diri.

"Melalui pembacaan firman dalam Matius 11:28 tadi, kita diingatkan bahwa di tengah beban berat apa pun, selalu ada jalan pemulihan dan kelegaan dari Tuhan bagi mereka yang mau datang dan memperbaiki diri," tutur Lesli Taribuka.

Apresiasi dan rasa syukur yang mendalam juga diungkapkan oleh salah satu warga binaan berinisial TR. Ia mengaku mendapatkan ketenangan batin serta semangat baru setelah mengikuti ibadah dan sesi penyuluhan rohani tersebut.

"Ibadah dan siraman rohani hari ini sangat menguatkan hati kami yang sedang menjalani masa hukuman. Firman yang disampaikan membuat kami merasa tidak sendiri dan semakin termotivasi untuk menjadi pribadi yang taat dan lebih baik ke depannya," ungkap TR.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan bimbingan rohani yang rutin diselenggarakan. Ia menegaskan bahwa pendekatan spiritual merupakan fondasi utama dalam menciptakan perubahan perilaku yang hakiki pada diri warga binaan.

"Pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan adalah kunci keberhasilan re-integrasi sosial. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga binaan mendapatkan hak pelayanan rohani yang layak agar mental dan spiritual mereka tetap terjaga hingga kembali ke tengah keluarga dan masyarakat," tegas Hendra Budiman.

Seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan rohani dan ibadah bersama ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan kerohanian yang berkesinambungan ini, Lapas Ambon optimis dapat terus mencetak warga binaan yang memiliki integritas moral tinggi serta kesiapan mental yang matang untuk kembali berintegrasi secara positif di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....