Ciptakan UMKM Unggul,Warga Binaan Lapas Buktikan Karyanya Tembus Pasar

  • 16 Sep 2026 10:26 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon- Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali membuahkan hasil nyata. Kali ini, para warga binaan terampil berhasil merampungkan pembuatan 1 buah lemari eksklusif sebagai wujud produktivitas di dalam lapas, Rabu 16 September 2026.

Proses pembuatan lemari ini dikerjakan secara teliti oleh warga binaan, mulai dari tahap pemilihan dan pengukuran material dasar kayu/multipleks, pemotongan presisi sesuai desain, perakitan struktur rangka bodi lemari agar kokoh, penghalusan permukaan, hingga tahap akhir (finishing) berupa pemasangan High Pressure Laminate (HPL) secara rapi dan presisi untuk menghasilkan tampilan modern, awet, dan elegan.

Setiap hasil karya yang diproduksi ini dikelola secara akuntabel sebagai bentuk dukungan riil terhadap program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memasarkan produk hasil karya warga binaan melalui koperasi serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Nantinya, hasil penjualan lemari ini akan disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta diberikan premi atau upah kerja kepada warga binaan yang terlibat sebagai bentuk apresiasi atas keahlian mereka.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa pendampingan dalam bidang pertukangan dan finishing HPL diberikan secara terstruktur agar standar kualitas produk setara dengan pasaran luar.

Ia memastikan kreativitas warga binaan terus diasah agar bernilai jual tinggi.

"Kami bimbing dari nol hingga tahap finishing HPL yang rapi. Ini membuktikan bahwa warga binaan punya kapasitas menghasilkan produk mebel berkualitas komersial," ujar Zulkipli Salampessy.

Sementara itu, salah satu warga binaan perakit lemari berinisial ST mengungkapkan rasa bangganya bisa menghasilkan karya mebel berstandar halus. Ia merasa keterampilan yang diperoleh selama pembinaan memberi harapan baru bagi masa depannya.

"Kami sangat bersyukur diberi ruang berkarya di bengkel kerja. Mulai dari merakit hingga pasang HPL, kami kerjakan dengan teliti, dan senang sekali karya ini diapresiasi lewat premi," tutur ST. Apresiasi tinggi datang dari pihak pembeli, Richard Louhenapessy, yang memuji hasil karya mebel buatan warga binaan Lapas Ambon tersebut.

Ia menilai kualitas kerapian HPL dan konstruksi lemari tidak kalah dari produk toko profesional, bahkan mengaku sudah beberapa kali mempercayakan pemesanan mebel di sini.

"Kualitas pembuatannya sangat rapi, finishing HPL-nya halus dan kokoh. Makanya ini sudah sekian kalinya saya memesan produk mebel di sini karena puas dengan hasilnya. Bangga sekali bisa membeli langsung produk hasil pemberdayaan warga binaan lapas ini," ungkap Richard Louhenapessy.

Menanggapi pencapaian ini, Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menyampaikan apresiasi atas konsistensi produktivitas yang ditunjukkan oleh jajaran pembinaan dan warga binaan. Ditekankan bahwa lemari berbalut HPL ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan kemandirian di dalam lapas berjalan efektif dan berorientasi pada hasil yang bernilai ekonomis.

"Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Melalui hasil karya mebel seperti ini, warga binaan tidak hanya dilatih memiliki keterampilan teknis yang handal, tetapi juga disiapkan menjadi tenaga kerja mandiri yang siap bersaing setelah kembali ke tengah masyarakat," ungkap Hendra Budiman.

Melalui keberhasilan produk mebel berkualitas ini, Lapas Ambon optimis program pembinaan keterampilan berbasis pemasaran UMKM akan semakin memperkuat reintegrasi sosial dan kemandirian ekonomi warga binaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....