KKSS Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan di Bula
- 16 Sep 2026 08:48 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Bula – Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Bula dan sekitarnya yang terdampak kekeringan berkepanjangan pada Selasa, 15 September 2026. Ketua BPD KKSS SBT Amnun Naqib menyebut aksi sosial ini bersumber dari donasi warga Sulawesi Selatan yang berdomisili di Kecamatan Bula.
Meski awalnya ditujukan untuk warga perantauan asal Sulsel, bantuan tersebut akhirnya dibagikan kepada seluruh masyarakat umum yang mengalami krisis air bersih. Dalam proses pendistribusiannya, KKSS menerjunkan dua armada mobil pengangkut air dengan kapasitas tangki masing-masing 1.200 liter per trip.
Hingga Selasa siang, tim di lapangan telah mendistribusikan sedikitnya delapan tangki air bersih ke berbagai titik permukiman warga. Distribusi air bersih ini menjangkau sejumlah lokasi strategis, di antaranya Desa Bula (depan PLN lama, pertigaan Kelapa 2, dan Jalan Afganistan), Kampung Wailola (Jalan Garuda Mas dan Pantai Wailola), Kampung Gorom (perempatan menuju Desa Sesar), Desa Lemumir (Kampung Buton), hingga kawasan Desa Tansi Ambon.
Amnun menegaskan bahwa aksi kemanusiaan dari organisasi yang dipimpin oleh Amran Sulaiman selaku Ketua Umum dan H. Abdul Kadir Karding sebagai Sekjen ini akan terus dilanjutkan selama beberapa hari ke depan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat Bula terpenuhi selama musim kemarau.
===
Kemarau di Bula Barat: 100 Sumur Mengering, Lahan Pertanian Terbakar
RRI.CO.ID, Bula – Dampak fenomena El Nino dan musim kemarau panjang terus meluas di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Di Desa Waimatakabo, Kecamatan Bula Barat, sedikitnya 100 sumur milik warga pemukiman transmigrasi dilaporkan mengering total hingga memicu krisis air bersih parah.
Dwi Ali (43), salah seorang warga Desa Waimatakabo, menyampaikan bahwa kondisi kekeringan ini melumpuhkan aktivitas rumah tangga masyarakat. Warga terpaksa harus menempuh jarak yang jauh ke luar desa hanya untuk mencari sumber air alternatif demi kebutuhan memasak dan mencuci.
Selain kelangkaan air bersih, Kecamatan Bula Barat menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah menyusul kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Juru Bicara Pemkab SBT Ahmad Mony mengonfirmasi bahwa kebakaran lahan di sana merusak komoditas perkebunan milik warga seperti sawah, cengkeh, kelapa, hingga pala.
Syukurnya, merespons kondisi darurat di hampir seluruh wilayah kecamatan ini, Pemkab SBT telah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan dampak kemarau dan El Nino guna mengoordinasikan langkah darurat krisis air serta pemadaman karhutla.
Masyarakat Bula Barat berharap Pemkab SBT segera menyalurkan bantuan air bersih secara rutin serta menghadirkan solusi jangka panjang berupa pembangunan sarana air bersih alternatif agar krisis serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....