Perkuat Literasi di Perpustakaan Manusela Brain
- 15 Sep 2026 14:21 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon-Upaya memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi. Berdasarkan hasil evaluasi kemampuan dasar yang dilakukan, terdapat 3 (tiga) warga binaan yang masih membutuhkan pendampingan dalam membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pemanfaatan Perpustakaan Manusela Brain sebagai ruang pembelajaran, dengan melibatkan peserta magang untuk memberikan pendampingan secara bertahap, Selasa 15 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan akses pembelajaran dasar bagi warga binaan yang sebelumnya belum memperoleh kesempatan pendidikan secara optimal. Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung dinilai penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari serta meningkatkan kepercayaan diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Pada tahap awal, peserta magang memberikan pembelajaran secara bertahap dengan mengenalkan huruf abjad, pelafalan, serta angka sederhana. Pendekatan dilakukan secara perlahan dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta agar proses belajar dapat berlangsung nyaman dan efektif.
Kepala Rutan Kelas IIB Masohi, Idris Kilkoda, mengapresiasi inisiatif peserta magang yang turut mendukung pelaksanaan pembinaan melalui kegiatan literasi.
“Kegiatan awal keaksaraan ini merupakan langkah positif dalam pembinaan kepribadian warga binaan. Kami sangat mendukung inisiatif para peserta magang yang mengoptimalkan keberadaan Perpustakaan Manusela Brain. Harapan kami, pendampingan ini dapat terus berjalan secara konsisten sehingga warga binaan perlahan memiliki kemampuan dasar membaca dan berhitung,” ujar Idris.
Menurutnya, pemanfaatan fasilitas perpustakaan tidak hanya sebatas menyediakan bahan bacaan, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar yang mendukung peningkatan kemampuan dan keterampilan warga binaan.

Salah satu peserta magang, Inggrit Letpaty, mengatakan pembelajaran pada tahap awal lebih diarahkan untuk membangun kenyamanan dan kepercayaan diri warga binaan dalam mengikuti proses belajar.
“Ini baru tahap awal, jadi fokus utama kami adalah membuat mereka merasa nyaman dan tidak malu untuk belajar dari nol. Kami memulainya dengan pengenalan bentuk huruf dan angka sederhana. Melihat keseriusan dan antusiasme mereka di hari pertama membuat kami semakin bersemangat untuk terus mendampingi,” ungkap Inggrit.
Antusiasme juga terlihat dari warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah seorang warga binaan berinisial YM mengaku senang mendapat kesempatan untuk kembali belajar kemampuan dasar membaca dan berhitung.
“Saya sangat senang bisa mulai belajar membaca dan mengenal angka. Memang masih harus belajar dari awal, tetapi saya ingin terus berusaha supaya bisa membaca dan berhitung dengan lancar,” tutur YM.
Rutan Masohi berharap kegiatan pembelajaran dasar tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kemampuan literasi warga binaan, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari pembinaan yang membantu mereka lebih percaya diri dan memiliki bekal untuk kembali beraktivitas di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....