Hari Kunjung Perpustakaan, Lapas Wahai Perbarui Koleksi Bacaan

  • 15 Sep 2026 13:54 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon- Peringati Hari Kunjung Perpustakaan yang dicanangkan pemerintah setiap 14 September, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai lakukan pembaruan koleksi buku perpustakaan, Senin 14 September 2026. Sebanyak 207 buku lama ditukar dengan 207 buku baru bermuatan edukatif dan informatif guna menunjang program pembinaan, serta meningkatkan minat baca Warga Binaan. Koleksi anyar tersebut langsung ditata dan siap dimanfaatkan oleh seluruh Warga Binaan sebagai bahan bacaan sehari-hari.

Kegiatan ini sejalan dengan nilai dasar Hari Kunjung Perpustakaan yang pertama kali diresmikan sejak 14 September 1995 untuk menumbuhkan kegemaran membaca dan memicu kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan. Melalui langkah ini, Lapas Wahai membuktikan semangat literasi tidak terbatas pintu masuk portir penjara, melainkan milik semua kalangan termasuk Warga Binaan.

Petugas Pembinaan Kepribadian, Frans Tepal, menyampaikan perpustakaan merupakan fasilitas vital dalam menunjang proses pembinaan yaitu menambah pengetahuan umum bagi para Warga Binaan.

“Pembaruan koleksi perpustakaan ini diharapkan meningkatkan ketertarikan Warga Binaan untuk membaca. Kami ingin perpustakaan dimanfaatkan maksimal sebagai tempat memperoleh pengetahuan dan mengisi waktu dengan kegiatan positif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan peningkatan kualitas bahan bacaan merupakan wujud dukungan penuh dalam memperkuat program pembinaan karakter dan mental Warga Binaan.

"Literasi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan memperluas wawasan. Melalui koleksi buku yang lebih baik, kami berharap Warga Binaan memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat dan menjadikannya sebagai proses perubahan diri,” tuturnya,

Ke depannya, Lapas Wahai berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan. Penukaran buku ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan budaya literasi di Lapas sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai pusat transformasi diri bagi Warga Binaan selama menjalani masa pidana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....