Manfaatkan Lahan Tidur, Lapas Ambon Panen Puluhan Kilogram Jagung
- 14 Sep 2026 16:49 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon kembali membuktikan hasil nyata dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Kali ini, Lapas Ambon memanen sebanyak 25 kilogram jagung manis yang dibudidayakan langsung oleh warga binaan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle) di lingkungan lapas, Senin 14 September 2026.
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan, sekaligus bentuk dukungan riil terhadap program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yaitu Kemandirian Pangan melalui program pertanian. Hasil panen jagung tersebut selanjutnya dipasarkan kepada jajaran pegawai, di mana hasil penjualannya dikelola secara transparan dan akuntabel—sebagian disetorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan separuhnya lagi diberikan sebagai premi atau upah kerja bagi warga binaan yang terlibat menggarap lahan.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Ambon, Zulkipli Salampessy, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif merupakan salah satu strategi pembinaan luar tembok/sarana Asimilasi yang efektif. Ia memastikan pendampingan dilakukan secara intensif agar hasil pertanian memiliki kualitas yang baik.
"Kami terus mengoptimalkan potensi lahan kosong yang ada di lapas. Melalui pertanian jagung ini, warga binaan dilatih dari proses penanaman, perawatan, hingga panen, sehingga mereka punya keahlian agribisnis yang mandiri," ujar Zulkipli Salampessy.
Sementara itu, salah satu warga binaan yang terlibat dalam penggarapan lahan berinisial AT menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya bisa melihat hasil jerih payahnya berbuah manis. Ia merasa aktivitas bertani ini memberinya ketenangan sekaligus keterampilan baru yang bermanfaat.
"Kami sangat bersyukur diberi kepercayaan mengelola lahan ini sampai panen. Selain mendapat ilmu baru soal pertanian, kami juga senang karena kerja keras kami diapresiasi lewat premi dari hasil penjualan," tutur AT.
Antusiasme juga datang dari jajaran pegawai yang turut membeli hasil panen tersebut. Salah satu pegawai Lapas Ambon, Roland Orno, mengaku kualitas jagung hasil panen warga binaan Lapas Ambon sangat baik dan segar, sekaligus senang bisa ikut mendukung produk pembinaan di lingkungan kerja sendiri.
"Kualitas jagungnya bagus, segar, dan pastinya bangga bisa beli langsung dari hasil kerja pembinaan teman-teman warga binaan di sini," ungkap Roland Orno.
Menanggapi pencapaian ini, Kepala Lapas Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman, menegaskan bahwa ketahanan pangan dan produktivitas warga binaan adalah dua hal yang berjalan seiring dalam visi pemasyarakatan saat ini. Ia berharap keberhasilan panen jagung 25 kg ini memacu semangat jajaran pembinaan untuk memperluas komoditas pertanian lainnya.
"Program pemanfaatan lahan tidur ini bukan sekadar mengejar target PNBP dan premi bagi warga binaan, tetapi memastikan mereka punya mental produktif dan siap berkontribusi positif saat kembali ke tengah masyarakat," tegas Hendra.
Melalui keberlanjutan program pertanian ini, Lapas Ambon optimis misi ketahanan pangan mandiri serta pembinaan kepribadian berbasis keterampilan dapat terus memberikan dampak nyata bagi instansi maupun warga binaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....