Rutan Masohi Terus Perkuat Kepribadian Warga Binaan

  • 14 Sep 2026 16:40 WIB
  •  Ambon

RRI,CO.ID,Ambon-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan, khususnya melalui pembinaan kerohanian. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan ibadah bersama Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah di Gereja Imanuel Rutan Masohi, Senin 14 September 2026.

Kegiatan itu diisi dengan pendalaman firman Tuhan, doa bersama, pembacaan Alkitab, serta diskusi kelompok. Warga binaan beragama Kristen dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mendapatkan pendampingan yang lebih intensif dari para penyuluh agama.

Para penyuluh yang terlibat antara lain Maria Christiana, Anggie Lesnussa, Garatia Tantaru, Reny Litamakulita, Justitia Sipahelut, Obed Ngilamele, dan Wolter Inuhan.

Dalam diskusi kelompok, para warga binaan diajak mendalami tema “Mengasihi dan Mengampuni”. Materi tersebut dikaitkan dengan pengalaman kehidupan sehari-hari, termasuk pentingnya melepaskan dendam, menerima proses kehidupan, serta membangun tekad untuk memperbaiki diri.

Kepala Rutan Kelas IIB Masohi, Idris Kilkoda, mengatakan pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam membentuk kesadaran dan karakter warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Melalui bimbingan rohani yang rutin ini, kami berharap tumbuh kesadaran dalam diri warga binaan untuk memperbaiki diri, meninggalkan perilaku masa lalu yang kurang baik, serta dapat menjalani kehidupan yang benar berlandaskan nilai-nilai firman Tuhan,” ungkap Idris.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga diarahkan agar warga binaan memiliki bekal kepribadian yang lebih baik ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, mewakili tim Penyuluh Agama Kristen, Maria F. Christiana, menjelaskan bahwa metode pembinaan melalui kelompok kecil diharapkan dapat menciptakan ruang interaksi yang lebih dekat dan terbuka bagi para warga binaan.

“Melalui pembagian kelompok ini, kami ingin merangkul setiap warga binaan secara lebih dekat dalam membaca Alkitab, berdoa, dan berdiskusi. Kami berharap pemulihan batin benar-benar terjadi, sehingga mereka memiliki keteguhan hati untuk mengasihi, mengampuni, dan memulai lembaran hidup yang baru,” tutur Maria.

Ia menambahkan, pembinaan kerohanian diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi dapat menjadi proses refleksi bagi warga binaan untuk membangun sikap dan pola pikir yang lebih positif.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut turut dibantu oleh peserta magang. Seluruh rangkaian ibadah juga mendapat pengawasan dari petugas keamanan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.

Kegiatan pembinaan kerohanian tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi Rutan Masohi bersama Kemenag Malteng dalam mendukung proses pembinaan warga binaan, sekaligus mendorong mereka mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat.8

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....