Impor Maluku Melonjak 142 Persen, Singapura Jadi Pemasok Terbesar
- 14 Sep 2026 09:02 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Nilai impor Maluku sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai US$453,87 juta. Angka tersebut melonjak 142,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar US$187,25 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Maritje Pattiwaellapia mengatakan, peningkatan impor terutama didorong oleh sektor migas dan nonmigas. Sektor nonmigas bahkan mengalami pertumbuhan hingga 1.935,90 persen, sementara sektor migas tumbuh 123,97 persen.
“Kontribusi sektor nonmigas 8,54 persen sedangkan sektor migas dengan kontribusi 91,46 persen terhadap total impor,” katanya saat paparkan data impor Maluku.
Dari sisi volume, impor Maluku selama tujuh bulan pertama 2026 mencapai 440,97 ribu ton. Jumlah tersebut meningkat 59,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Struktur volume impor Maluku masih sangat didominasi komoditas migas dengan kontribusi mencapai 99,58 persen. Sementara sektor nonmigas hanya menyumbang 0,42 persen dari keseluruhan volume impor,” ujarnya.
Dijelaskan, berdasarkan negara asal, Singapura menjadi pemasok terbesar komoditas impor Maluku dengan kontribusi 53,91 persen. Selanjutnya Malaysia menyumbang 34,22 persen, Finlandia 8,03 persen, Korea Selatan 3,32 persen, dan Tiongkok sebesar 0,51 persen.
Hampir seluruh aktivitas bongkar barang impor Maluku juga terkonsentrasi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Dari total impor Januari-Juli 2026, sebanyak 99,49 persen atau senilai sekitar US$451,57 juta dibongkar melalui pelabuhan tersebut.
“Hanya 0,51 persen barang impor yang dibongkar melalui Pelabuhan Wahai di Kabupaten Maluku Tengah. Kondisi ini menunjukkan Pelabuhan Yos Sudarso masih menjadi pintu utama masuknya barang impor ke Maluku sepanjang Januari hingga Juli 2026,” kata Pattiwaellapia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....