Situasi Bentrok Patahuwe-Lisabata Kondusif, Warga dihimbau menahan Diri
- 12 Sep 2026 04:40 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, PIRU - Situasi pascabentrok antara warga Desa Patahuwe dan Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, berangsur-angsur kondusif.
Untuk mengendalikan situasi dan mencegah konflik meluas, Kapolres SBB AKBP Revindo Pradikta Rulando, mengerahkan 92 personel gabungan ke wilayah kedua desa.
Personel tersebut terdiri dari anggota Polres SBB, Polsek Taniwel, Polsek Taniwel Timur, Brimob, serta Koramil Taniwel.
Aparat gabungan melakukan penyekatan dan memisahkan konsentrasi massa dari kedua pihak. Warga juga diimbau kembali ke desa masing-masing dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu bentrokan susulan.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, mengatakan, Kapolres SBB bersama Kabag Ops, para Kasat, unsur TNI, dan pemerintah setempat langsung bergerak setelah mengetahui adanya peningkatan ketegangan di wilayah tersebut.
“Polri bersama TNI dan unsur pemerintah setempat telah mengambil langkah cepat untuk melokalisir situasi. Saat ini situasi sudah dapat dikendalikan dan berangsur-angsur kembali kondusif,” kata Rositah.
Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan situasi tersebut. Aparat dikerahkan untuk mencegah warga dari kedua desa kembali berhadapan.
“Yang menjadi prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan mencegah eskalasi. Karena itu, personel ditempatkan untuk melakukan penyekatan dan pengamanan agar kedua kelompok tidak kembali bertemu,” ujarnya.
Kapolres SBB mengatakan, pengerahan personel gabungan merupakan langkah pengamanan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mengantisipasi kemungkinan aksi susulan.
“Kami bersama unsur TNI dan Pemda langsung melakukan penyekatan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar kembali ke desa masing-masing. Perkuatan personel Polres dan Brimob juga telah kami dorong ke lokasi untuk membantu mengendalikan situasi,” kata Revindo.
Selain pengamanan di lapangan, aparat melakukan komunikasi dan penggalangan terhadap tokoh masyarakat dari kedua desa.
“Kami terus melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh dari kedua desa agar bersama-sama membantu menenangkan masyarakat. Kami mengimbau warga untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” ujarnya.
Berawal dari Kebakaran Kebun
Berdasarkan laporan yang diterima aparat, kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIT ketika terjadi kebakaran di area kebun milik salah seorang warga Desa Lisabata, di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali, Kecamatan Taniwel.
Warga Desa Patahuwe kemudian mendatangi lokasi untuk membantu melakukan pemadaman.
Setelah warga Patahuwe kembali ke desanya, sekitar pukul 16.00 WIT sempat terjadi konsentrasi massa dari kedua pihak.
Melalui koordinasi unsur Muspika Taniwel, warga Desa Lisabata kemudian kembali ke wilayahnya sehingga situasi sempat terkendali.
Namun, sekitar pukul 18.55 WIT, ketegangan kembali terjadi antara warga kedua desa.
Situasi kemudian berkembang hingga terjadi aksi pembakaran terhadap rumah warga Desa Patahuwe.
Aparat yang berada di lokasi langsung mengambil langkah pengamanan dengan melakukan penyekatan dan memisahkan massa dari kedua pihak untuk mencegah bentrokan kembali terjadi.
Polisi juga memperkuat penjagaan di sejumlah titik guna mengantisipasi gangguan keamanan serta memastikan warga yang tidak terlibat dalam konflik tetap mendapatkan perlindungan.
Rositah menegaskan, penanganan situasi dilakukan dengan mengedepankan langkah terukur, pencegahan eskalasi, perlindungan masyarakat, dan pendekatan persuasif.
“Situasi sudah kondusif. Masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan serta menyerahkan penanganan kepada aparat. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Ia juga meminta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat di kedua desa ikut membantu menjaga keamanan.
“Persoalan ini harus diselesaikan dengan kepala dingin. Kami mengajak seluruh masyarakat Patahuwe dan Lisabata untuk menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat bersama pemerintah serta para tokoh masyarakat untuk mencari penyelesaian secara damai,” katanya.
Rositah memastikan kepolisian masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Polri hadir untuk menjaga keamanan dan melindungi seluruh masyarakat. Kami memastikan situasi tetap terlokalisir dan tidak berkembang ke wilayah lain. Saat ini kondisi berangsur-angsur kembali kondusif, namun personel tetap disiagakan untuk memastikan keamanan masyarakat,” ujarnya.
Kapolres SBB kembali mengimbau masyarakat kedua desa agar tidak melakukan tindakan provokatif maupun aksi balasan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan. Jangan melakukan tindakan provokatif maupun aksi balasan. Situasi sudah dapat kami kendalikan dan kami akan terus melakukan pengamanan serta komunikasi dengan seluruh pihak,” kata Kapolres.
Sementara itu, aparat masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terbakar. Data jumlah rumah maupun kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....