Persiapan Kafilah Maluku MTQ Nasional Capai 90 Persen

  • 09 Sep 2026 12:35 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Persiapan Kafilah Provinsi Maluku menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, kini memasuki tahap akhir. Kesiapan peserta hingga akomodasi dan transportasi dilaporkan telah mencapai 90 persen.

Kafilah Maluku yang berkekuatan 55 orang dijadwalkan bertolak menuju Semarang pada Jumat, 11 September 2026. Rombongan ini terdiri atas 34 peserta lomba, satu Dewan Hakim Nasional, delapan pelatih, delapan pendamping, serta empat pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Maluku.

Plt Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Kasrul Selang, memastikan seluruh persiapan dilakukan secara maksimal agar para peserta dapat fokus menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut.

"Alhamdulillah, persiapan kita sejauh ini sudah 90 persen," ujar Kasrul di Ambon, Rabu, 9 September 2026

Kasrul menjelaskan, sebanyak 13 peserta asal Maluku saat ini telah berada di Jakarta. Mereka akan bergabung dengan rombongan utama dari Ambon di Bandara Soekarno-Hatta pada 11 September sebelum melanjutkan penerbangan bersama menuju Semarang.

Sementara itu, peserta dan pendamping dari berbagai kabupaten/kota di Maluku mulai dikumpulkan di Ambon pada 9–10 September untuk konsolidasi akhir.

"Jadi setibanya di Semarang, Kafilah Maluku langsung dihadapkan pada sejumlah agenda padat," kata Kasrul

Dikatakan, pada 12 September (pagi), peserta akan mengikuti pawai taaruf, pendaftaran ulang, dan pengambilan nomor tampil. Di malam harinya, dilanjutkan dengan acara pembukaan MTQ Nasional XXXI.

Pada 13-20 September, pelaksanaan babak penyisihan hingga final di berbagai cabang lomba.

"Persaingan antarkafilah baru dimulai 13 September, ketika seluruh peserta mulai tampil pada cabang lomba masing-masing," ucapnya

Mengenai fasilitas teknis selama berada di lokasi acara, pihak panitia daerah memastikan kebutuhan dasar seperti penginapan, konsumsi, dan transportasi lokal telah disiapkan matang.

Panitia menyediakan armada bus serta kendaraan operasional pendukung untuk menjamin kelancaran mobilitas kafilah selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Kami hanya menambah transportasi lokal, mobil satu-dua unit saja untuk kelancaran kafilah kita," kata Kasrul menambahkan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....