Karhutla Bukit Kamerang Morella Berhasil Dipadamkan, Warga Diimbau Tetap Waspada

  • 09 Sep 2026 10:56 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Kebakaran hutan (Kaehutla) kembali terjadi di kawasan perbukitan Hatuluwael atau Dusun Air Mata, yang dikenal masyarakat sebagai Bukit Kamerang, Negeri Morella, Kabupaten Maluku Tengah.

Kebakaran hutan di negeri Morella, petugas bahu membahu memadamkan api. (Foto: Facebook/Morella Exo)

Kobaran api yang terlihat sejak semalam sempat merambat di kawasan hutan dan menjadi perhatian masyarakat setempat. Setelah beberapa waktu terpantau menyala, kondisi api kini mulai terlihat padam.

Meski demikian, masyarakat Negeri Morella diimbau tetap waspada. Tiupan angin yang sewaktu-waktu terjadi dikhawatirkan dapat kembali menghidupkan bara api yang masih tersisa di dalam kawasan hutan.

Apabila api kembali membesar, dikhawatirkan kobaran tersebut dapat merambat turun dari kawasan perbukitan Hatuluwael menuju arah Dusun Air Mata.

(Foto: Facebook/Morella Exo)

Dari pantauan di atas kawasan bukit, kobaran api juga sempat kembali terlihat di sekitar kawasan Dusun Tomol setelah angin bertiup. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kawasan hutan yang terdampak kebakaran masih membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan.

Selain itu, kondisi vegetasi di sekitar perbukitan seperti pepohonan, semak belukar, dan rerumputan terlihat sangat kering. Kondisi tersebut, ditambah dengan tiupan angin, berpotensi mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran kembali.

(Foto: Facebook/Morella Exo)

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, khususnya di sekitar kawasan hutan, perbukitan, maupun lahan yang dipenuhi rerumputan dan pepohonan kering.

Warga yang memiliki lahan atau kawasan hutan di sekitar lokasi terdampak juga diharapkan melakukan langkah-langkah pencegahan. Salah satunya dengan membersihkan rumput dan material kering serta membuat dan menjaga sekat atau batas di sekitar lahan.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memperlambat kemungkinan penyebaran api apabila kebakaran kembali terjadi.

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila kembali melihat titik api atau asap di kawasan perbukitan, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Penulis : Sumiaty Manilet, S.Pd

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....