Jeruji Tak Halangi Warga Binaan Lapas Dobo untuk Belajar

  • 07 Sep 2026 20:51 WIB
  •  Ambon

RRI CO.ID, Ambon - Dalam rangka mendukung program pembinaan pendidikan bagi Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo melaksanakan kegiatan asesmen diagnostik baca, tulis, dan hitung (calistung), Senin 7 September 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh peserta magang di Lapas Dobo sebagai langkah awal dalam memetakan kemampuan dasar pendidikan masing-masing warga binaan.

Kepala Lapas Kelas III Dobo, Jefri Lessy menjelaskan, asesmen diagnostik ini mencakup tiga aspek utama, yaitu membaca, menulis, dan berhitung. Pada aspek membaca, warga binaan diberikan beberapa tahapan penilaian, mulai dari mengenal huruf, membaca suku kata dan kata, hingga membaca kalimat serta memahami bacaan sederhana.

"Pada aspek menulis, kemampuan yang dinilai meliputi mengenal dan menulis huruf, menyalin kata, menulis berdasarkan dikte, hingga menyusun kalimat sederhana,"jelasnya.

Sementara itu, pada aspek berhitung, warga binaan diarahkan untuk mengenal dan menulis angka, mengurutkan bilangan, melakukan operasi hitung dasar, serta menerapkan kemampuan berhitung dalam berbagai situasi sederhana yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pemetaan kemampuan awal, sehingga dapat diketahui kemampuan yang telah dikuasai serta bagian-bagian yang masih perlu mendapatkan pendampingan dan latihan lebih lanjut.

Dengan demikian, setiap warga binaan dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa merasa malu, maupun takut untuk belajar.

Hasil dari pemetaan tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pembelajaran yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan individu. Pembelajaran akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan awal masing-masing warga binaan, sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan nyaman, efektif, dan berkesinambungan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan asesmen diagnostik ini, Lapas Dobo akan melaksanakan program bimbingan belajar (bimbel) calistung yang dijadwalkan berlangsung dua kali dalam seminggu.

Melalui pelaksanaan program pembinaan pendidikan ini juga, Lapa Dobo berupaya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai bagian dari proses pembinaan. Pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi bekal selama menjalani masa pidana, tetapi juga dapat menjadi modal bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.

Karena belajar tidak mengenal kata terlambat.

Setiap huruf yang berhasil dibaca, setiap kata yang berhasil ditulis, dan setiap angka yang berhasil dihitung merupakan sebuah langkah kecil menuju perubahan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....