Wagub: Kedamaian Masyarakat Syarat Mutlak Pembangunan Maluku
- 05 Sep 2026 08:30 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pemerintah Provinsi Maluku menilai keamanan dan kerukunan masyarakat merupakan syarat mutlak agar roda pembangunan daerah dapat berjalan optimal. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Karang Panjang, Ambon, pada Kamis, 3 September 2026.
Wagub menjelaskan bahwa pembangunan fisik maupun ekonomi tidak akan mencapai hasil maksimal jika kondisi sosial masyarakat tidak stabil. Oleh karena itu, menciptakan iklim yang kondusif menjadi prioritas utama kepala daerah.
Dalam momentum keagamaan tersebut, Vanath mengingatkan bahwa pemerintah daerah bertanggung jawab penuh menciptakan rasa aman. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi modal dasar untuk menggerakkan pembangunan di Maluku.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus hidup rukun dan saling menghargai. Menurutnya, ketika masyarakat bersatu dan saling menjaga, program-program strategis pemerintah untuk kesejahteraan warga dapat dieksekusi dengan baik.
Peringatan yang berlangsung hangat bersama sang istri, Hj. Rohani Vanath, ini diakhiri dengan harapan agar semangat persatuan senantiasa menjadi landasan utama dalam mengawal agenda pembangunan Maluku ke depan.
===
Warga Lintas Agama Peringati Maulid Nabi di Kediaman Wagub Maluku
RRI.CO.ID, Ambon - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kediaman Wakil Gubernur Maluku, Karang Panjang, Ambon, pada Kamis, 3 September 2026, menjadi ajang penegasan peran penting kepala daerah dalam merawat ikatan sosial masyarakat. Acara ini dihadiri jajaran pejabat Pemprov Maluku, anggota DPRD, ibu-ibu majelis taklim dan warga non- Muslim.
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menyatakan bahwa tugas menjaga keharmonisan warga bukan semata-mata domain Kementerian Agama atau para ustadz dan kiai. Gubernur, Wakil Gubernur, hingga Bupati dan Wali Kota dipandang punya kewajiban serupa.
Menurut Vanath, kepala daerah memikul tanggung jawab moral yang besar untuk memastikan tidak ada sekat antarumat beragama di wilayah yang dipimpinnya. Tradisi silaturahmi seperti acara keagamaan harus terus dibuka untuk memupuk kebersamaan.
Kegiatan yang dihadiri Sekda Provinsi Maluku, pimpinan OPD, serta pengurus TP PKK dan Dharma Wanita ini menjadi ruang dialog terbuka untuk memperkuat semangat persaudaraan.
Melalui momentum ini, Wagub mengajak seluruh pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir untuk konsisten menjadi teladan dalam menjaga toleransi demi mewujudkan Maluku yang berkelanjutan dan harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....